Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Dongeng Sebelum Tidur

Akhir-akhir ini lagi tren cerita horor tentang pendakian. Biasanya cerita ini berisi tentang pengalaman mistis yang dialami oleh pendaki gunung. Sejujurnya saya adalah orang yang penakut saking penakutnya saya ingat waktu kecil dulu pertama kali film DAS (Di sini Ada Setan) menayangkan filmnya yang berjudul Suster Ngesot, saya tidak mau injak lantai. Jadi, dari bangun tidur saya minta bapak gendong kalo mau kemana-mana. Untungnya hari itu hari Ahad.  Itu memang waktu kecil umur 10 tahun mungkin. Tapi sekarang, walaupun umurku sudah hampir setengah abad, saya tetap masih penakut. Bedanya, saya sudah mulai bisa mengontrol ketakutan itu. Di psikologi, saya belajar kalau takut itu ada objeknya, tapi yang buat objek itu seram atau tidak yah persepsi di kepala kita. Akhirnya, beberapa kali di setiap malam sebelum tidur, saya selalu membaca cerita tentang pengalaman mistis pendaki. Walaupun saya tidak tau apakah cerita itu pengalaman yang betul-betul nyata atau karangan yang didongengkan....

Bersama ODOP

Gak kerasa ternyata ini sudah bulan November, suddah hampir setahun dari wisudaku dan pertanyaan besar yang harus kulontarkan adalah sudah kerja apa saja ?. Hmm tidak ada, belum ada tepatnya. Saya hanya beraktivitas di rumah. Kadang putus asa banget tapi tetap yakin suatu saat semua harapan bakal terkabul hehe.  Sungguh keyakinan yang tak masuk akal. Salah satu harapanku adalah bisa terbitkan tulisan di media ternama secara rutin tapi, saya adalah tipe orang yang mudah bosan dan cepat menyerah. Alhasil, kalau sudah coba satu kali dan belum diterima, saya akan mundur dan ogah balik lagi. Dua bulan ini saya dekat dengan aktivitas menulis hasil dari kebaikan komunitas ODOP yang saya ikuti. Saya tidak menyangka masuk di komunitas ini betul-betul melatih mental. Padahal awalnya sudah senang karena akhirnya lulus waktu pendaftaran. Semacam diprank, ternyata kita baru dinyatakan diterima secara resmi kalau berhasil menulis setiap hari selama dua bulan. Sungguh luar biasa. Saya berterima k...

Apa Itu Self-Talk ?

Self-talk digunakan sebagai cara untuk mengganti pikiran negatif menjadi positif dan produktif, sehingga mengarahkan individu untuk mengontrol perilaku yang diharapkan. Self-talk mengarahkan individu untuk melakukan apa yang diperintahkan, sehinga jika self-talk dilakukan berulang-ulang, maka perilaku akan sesuai dengan harapan. Istilah  self-talk  sama dengan  self-instructional ,  inner speech  yang dicetuskan oleh Vygotsky,  self-statement  dan  inner talk . Istilah tersebut berbeda secara bahasa, tetapi memiliki konsep yang sama.  Self-talk  adalah serangkaian kata yang diucapkan pada diri sendiri dengan cara tertentu, sehingga terprogram ke pikiran bawah sadar dan dapat digunakan oleh setiap individu kapan saja. Self-talk digunakan sebagai cara untuk menghapus dan mengganti pikiran negatif menjadi lebih positif dan produktif, sehingga mengarahkan individu untuk lebih baik dari masa lalunya dan mengontrol perilaku sesuai yang d...

Minimalis

Dunia saat ini ramai membahas dan memuja hidup minimalis, mulai dari konsep rumah, kepemilikan barang, sampai penanganan sampah. Banyak orang yang mulai sadar bahwa hidup minimalis itu jauh lebih membahagiakan. Lalu, apa sebenarnya minimalis itu ? Apakah memang terbatas pada definisi memiliki barang yang sedikit ? Dari hasil membaca timeline, saya memahami bahwa minimalis itu bukan sekadar memiliki barnag yang sedikit, tetapi minimalis adalah bagaimana semua yang kita punya bisa berfungsi maksimal. Bahkan misalnya kita punya baju yang terbilang sedikit, anggaplah cuman 30 lembar, tetapi kalau setiap harinya kita hanya memakai 10 lembar, itu tidak termasuk dalam konsep minimalis karena ada 20 lembar yang fungsinya tidak dimaksimalkan lagi.  Jauh sebelum dunia ramai membahas tentang hidup minimalis inji, islam sudah mengenalkan pada kaumnya. Setelah memahami lebih jauh tentang konsep minimalis,  saya lalu teringat satu anjuran dalam islam yang selalu ditekankan yaitu zuhud. Isti...

Kenapa Selalu Berulang ?

Ini cerita dari seseorang yang mempertanyakan naik-turun keimanannya. Ketika ditimpa musibah, maka ia dengan khusyuk mendekatkan di pada Allah, Sang Penipta. Ia berdoa siang dan malam agar dilepaskan dari musibah yang menimpanya. Ia kerjakan semua amalan wajib bahkan amalan sunnah yang bisa mengabulkan doa-doa malamnya. Ketika Allah Ta'ala melepaskan semua musibah yang menimpanya, mendadak ia lupa diri. Seakan-akan, dulu ia tak pernah merengek memohon kepada Allah. Duhai, betapa ngerinya tabiat ini. Di hatinya pun merasa ia salah jalan dan ingin keluar, tetapi kenapa selalu berulang ?. Ia kembali seperti semula yang tidak melakukan amalan lagi bahkan kewajiban sebagai seorang hamba, jauh dari Allah Ta'ala. Musibah yang datang berkali-kali hanya angin lalu saat Allah memberikan kenikmatan kembali. Ia terlena dengan kemaksiatannya. Dan orang-orang yang berada di sekitarnya justru lebih takut, bagaimana kalau ia mendapatkan musibah yang lebih besar. Tapi Allah selalu menyuruh berb...

Kebahagiaan Orang yang Suka Menunda Sholat

Ini bukan khutbah dari alim agama, tetapi murni mengungkapkan rasa. Jadi tak perlu penghayatan membacanya. Sholat tidak diperintahkan untuk dilaksanakan, melainkan untuk didirikan. Maksud kata didirikan di sini mencakup kekhusyuan dan keseriusan dalam sholat. Sayanganya, saya dan mungkin pembaca masih selalu tidak serius melaksanakan sholat misalnya dengan sholat di akhir waktu. Padahal kalau dipikir, aktivitas kita sebenarnya bisa ditunda untuk sholat yang hanya berkisar 10-15 menit itu. Kebanyakan, sholat yang paling sering dilalaikan adalah isya dan shubuh. Kedua sholat itu adalah waktu paling enak untuk tidur. Saya pribadi paling sering menunda sholat isya bahkan hingga menjelang tengah malam. Apalagi kalau bukan mengkambing hitamkan hadits tentang sholat isya yang memang sebaiknya diakhirkan. Padahal, waktu akhir Baginda Nabi itu bahkan tidak pernah sampai tengah malam karena Beliau bukan ahli begadang. Biasanya, ketika menundah sholat isya hingga menjelang tengah malam, shola...

Sebelum Ke Mojok, Mampir Dulu di Terminal Mojok

Baiklah. Ini adalah tulisan yang dibuat dengan tingkat kesadaran rendah dan mata yang dipaksa melek. Kewajiban dari komunitas odop adalah motivasi terbesar mata ini masih setia menatap layar dan jari jemari menari di atas keyboard. Jadi, dimohon pengertiannya kalau kualitas tulisan ini jadi menurun (meskipun tulisan yang lain kualitas juga tidak ada yang tinggi wkwk). Sudah jadi hal yang umum diketahui kalau kita mau pergi ke suatu tempat misalnya ke luar daerah, biasanya kita pasti mampir ke terminal, cari angkutan lalu berangkat ke daerah tujuan. Nah ternyata, filosofi itu diterapkan oleh media online yang sangat terkenal dengan bahasanya yang santuy. Yups, nama medianya adalah mojok. Tak tau juga sih apa maknanya tapi mungkin orang-orang yang mojok itu sering merenungi peristiwa. Awalnya kupikir media ini dari Mojokerto hehe ternyata base-nya ada di Yogyakarta.  Mojok ini makin terkenal di kalangan orang-orang yang senang dengan tema berat tapi dibahas dengan ringan. Ini karakte...

Gara-Gara Donat

 Disc: Ini mungkin tulisan paling absurd-,- Waktu nge-gambar digital art,   tiba-tiba ada panggilan masuk yang ternyata dari ayah. Sejujurnya setiap terima telfon seperti ini saya merasa dad dig dug, perasaan campur aduk. Aku orangnya neurotis banget, suka mikirin yang tidak-tidak. Alhamdulillah Allah selalu kasih kekuatan untuk berprasangka baik. Kuangkat telfonnya dan mendengar suara di seberang sana.  Ayah bertanya kenapa hp ibu tidak aktif padahal ada banyak panggilan tidak terjawab dari ibu. Hmm ibuku memang punya kebiasaan seperti itu. kalo telfonnya tidak diangkat ya sudah, dia tinggalin dna cari aktivitas lain. Karena waktu itu, ibuku sholat, jadi aku tidak kasih panggilan ayah ke ibu. Ayah cuman bilang sudah ada di jalan pulang. Eh, tiba-tiba di tengah pembicaraan ternyata ayah ku bilang ada yang terlupa. Katanya ada orang tua siswa yang ngasih dua dus donat sayangnya ayahku sudah lumayan jauh dari sekolahnya. Kusarankan bagaimana kalau tidak usah balik lagi...

Untuk Para Emak

Pandemi belum mereda justru terus menaik. Kegiatan sekolah pun masih belum bisa dilakukan sebagaimana biasanya. Artinya, semua pembelajaran masih dalam jaringan ( daring) dan dilakukan mandiri oleh murid didampingi orang tuanya. Karena masarakat kita masih patriarki, maka tanggung jawab terbut pastinya jatuh ke pundak sang emak. Sejak awal sekolah daring dimulai, banyk suara-suara dari emak yang mengeluhkan berbagai amsalah yang dialami. Mulai dari gawai yang tidak ada, kuota yang mahal, sampai jaringan yang tidak tersedia. Saya memang belum menjadi emak, tapi kebetulan sudah merasakan bagaimana ribetnya mendampingi sekolah daring .  Keribetan itu juga memunculkan narasi yang sejujurnya sangat tidak baik dan menyakiti hati. Misalnya narasi bahwa guru itu bisanya cuma ngasih tugas, guru itu makan gaji buta, dsb. Padahal sebenarnya, baik guru maupun emak  di rumah sama-sama merasakan kesulitan. Guru akan pusing memikirkan bagaimana caranya agar tujuan pembelajaran bisa tercapai ...

Tsundoku, Mengumpulkan Kertas, Bukan Ilmu

Siapa yang hobinya beli buku tapi jarang dibaca ? Kalau ketemu dengan pertanyaan seperti di atas, saya pasti masuk dalam daftar paling depan orang-orang yang menjawab "ya". Bisa dibilang saya adalah orang yang sangat mudah terperangkap dalam jaring promosi-promosi apapun -apalagi buku. Bahkan dari judulnya saja, saya bisa langsung jatuh cinta dan membeli buku tersebut. Sayangnya, saya adalah ornag yang malas membaca.  Setelah berpikir perilaku ini adalah perilaku yang aneh, saya kemudian banyak mencari tau tentangnya. Ternyata, perilaku ini disebut Tsundoku. Istilah yang diberikan kepada orang yang hobi membeli buku tapi tidak pernah membaca bukunya. Saya pernah membaca beberapa orang benar-benar menjadi tsundoku ini. Dan paling tersimpan di memori ku adalah seorang (kalau tidak salah) pendiri perusahaan yang selalu membeli buku setiap mengunjungi mall dan pada pameran-pameran buku yang besar. Ia berdelik bahwa membeli buku itu sebagai investasinya ketika ia pensiun kelak. Pa...

3 Rekomendasi Asupan dari Pendiri Makassar International Writer Festival

Lili Yulianti Farid, adalah seorang wanita pendiri acara sastra yang sangat terkenal dan prestigious di kalangan penulis dan pecinta buku, Makassar International Writer Festival. Sebuah event yang lahir dari pertengahan Indonesia ternyata diinisiasi oleh wanita hebat ini.  Saat ini, Lili Yulianti Farid menjalankan hari-harinya sebagai seorang peneliti di pusat kajian masyarakat asli Australia di Monash University.  Meskipun beliau sedang menetap di Australia, ia selalu punya ruang tersendiri bagi Indonesia di hatinya.  Asupan sehari-harinya masih sangat terkait dengan Indonesia. Asupan dalam artian konotatif adalah buku bacaan. Buku adalah asupan penting bagi otak dan jiwa manusia. Karena dengan buku, ilmu dapat sampai kepada kita. Melalui instagram klubbukunarasi, Lili memberikan 3 rekomendasi asupan buku yang sangat baik menurutnya. Katanya, ketiga buku tersebut adalah pemgobat rindunya pada Indonesia.  Pertama, Lili merekomendasikan A Short History of Indonesia ka...

Mengenal 3 Genre Puisi

Saya termasuk orang yang sangat menikmati puisi, sampai akhirnya juga sering buat puisi meskipun tidak tau, puisi itu sudah benar memenuhi unsur-unsur puisi atau belum. Bagiku, semua kata yang indah dan dihimpun dalam bait-bait itu bisa disebut puisi. Entahlah, tapi saya tetap selalu belajar tentang puisi. Berikut ini 3 genre puisi. 1.  Puisi Naratif Puisi ini berisikan ungkapan cerita atau penjelasan dari penyair itu sendiri . Ada puisi naratif    yang sederhana, dan ada yang kompleks. Contoh : epik, romansa, balada, dan syair. Epik adalah puisi yang di dalamnya terdapat cerita kepahlawanan, baik berhubungan dengan legenda, kepercayaan, maupun sejarah. Balada adalah puisi yang bercerita tentang orang-orang perkasa, tokoh pujaan, atau orang yang menjadi pusat perhatian. Romansa adalah puisi yang biasanya paling populer apalagi di kalangan muda mudi. Puisi ini menggunakan bahasa romanti s berisi kisah percintaan yang berhubungan dengan ksatria dan diselingi perk...

Ini 6 Warung Makan Kepiting di Makassar yang Menggiurkan

1.    Mr. Capit Hal yang paling diburu dari warung makan kepiting ini adalah jaminan kehalalan tanpa menggunakan arak masak. Sebagaimana yang diketahui bahwa masakan akan lebih lezat di lidah apabila ditambah arak masak terlebih untuk masakan seafood. Selain itu, tempat ini menyediakan berbagai paket kepiting yang sangat murah mulai dari harga Rp. 25.000 kamu sudah bisa menikmati kepiting+nasi+es teh. Saos kepiting yang disediakan terdiri dari saos asam pedas manis, sambalado pette, lada hitam, saos tiram, dan saos padang. Kamu bisa menikmati beragam saos tersebut dengan langsung datang di Mr. Capit yang terletak di Jl. Sunu. 2.    Kepiting Sotta Kalau kamu instagram addict, mungkin tidak asing dengan nama warung kepiting ini.  Bagaimana tidak, akun instagram warung Kepiting Sotta sudah diikuti oleh lebih dari 15,1ribu followers juga memiliki dua cabang, yaitu di Jl. Beruang No. 86 dan di Jl. A.P. Pettarani (seberang Masjid H.M. Asyik). Semua kepiting yang di...

Kisah Chai Changpan, Bagai Film Action Hollywood

Saya tau kisah Chai Changpan setelah menonton Youtube (YT) yang kemungkinan kisahnya sudah diangkat sebulan terakhir. Jadi, bagi yang up to date, kisah ini agaknya sudah basi. Maklum, saya baru buka YT dan sangat jarang nonton TV.  Kebetulan, di beranda YT saya muncul acara Aiman Kompas TV dengan judul yang menarik. Kisah ini adalah kisah seorang narapidana hukuman mati yang kabur dari lapas. Saat ini pun, kasusnya masih dijalankan penyelidikan oleh aparat terkait.  Sampul YT Aiman Kompas Tv menampilkan judul kurang lebih seperti ini"Chai Changpan kabur dari lapas setelah menggali lubang". Nah, saya tentu tertarik dan lamgsung membuka video itu. Aiman menceritakan bahwa Chai Changpan adalah seorang narapidana hukuman mati atas tuduhan penyelundupan shabu, entah berapa ton -saya lupa. Chai Changpan ini kabur dari lapas, tetapi dengan cara yang hampir tidak bisa diterima secara logis.  Bahkan, menurut saya ini bagai film-film hollywood yang biasa saya nonton. Chai Chan...

Memulai Sebagai Penjaga

Secara bahasa, hafidz artinya penjaga. Mungkin, masih banyak yang belum paham karena biasanya kita mendengar hafidz diartikan sebagai penghafal. Seperti hafidz Qur'an yang diartikan sebagai penghafal al-qur'an. Tetapi nyatanya, hafodz artinya penjaga.  Saya lalu bertanya-tanya, kenapa penghafal al-qur'an diistilahkan sebagai penjaga ?. Salah satu jawaban yang paling populer dan memang itulah jawabannya, mengatakan  kalau penghafal al-quran adalah orang yang menjaga Al-Qur'an di dalam dadanya. Bukan di dalam lemari hias nan cantik, bukan pula dijaga dalam bingkai yang terpajang.  Orang yang menghafal Al-Qur'an dan menjaga di dalam dadanya tidak akan pernah takut akan hal-hal yang mengerikan terjadi. Misalnya pada saat banyak yang mengancam untuk membakar habis Al-Qur'an, merusaknya, berusaha memusnahkannya.  Allah Ta'ala sudah menegaskan bahawa Ia yg telah menurunkan, maka Dia pula yang akan memeliharanya. Ketika kita menghafal Al-Qur'an, itu artinya kita...

Tentang Merah, Orange, Hijau

        Saya akan mengulas marketplace berdasarkan fitur, keamanan, dan pelayanan dari sudut pandang pembeli. Saya akan mengulas 3 marketplace yang baisa saya pakai untuk berbelanja yaitu si merah, orange, dan hijau. (Silakan ditebak sendiri).     Dari segi fitur ynag disediakan, Hijau memiliki fitur pencarian barang yang lebih spesifik karena bisa memfilter sampai tahap kota, Orange hanya sampai tahap provinsi, sedangkan Merah saya belum pernah coba menggunakan filter. Merah memiliki fitur yang tidak ada di Hijau maupun Orange yaitu pengambilan barang sendiri. Jika toko bisa kita jangkau, maka kita bisa menggunakan fitur tersebut, beda dengan Hijau dan Orange. Biasanya saya akan mmenanyakan lewat chat dan meminta nomor WA, tetapi hal ini rawan terkena banned dari pihak marketplace, sehingga lebih nyaman berbelanja di Merah juka tokonya memang bisa dijangkau.      Meski begitu, barang-barang yang ditawarkan di Merah terkadang lebih m...

Bubur dalam Cerpen Jangan Tidur di Malam Hari

     Baiklah, ini entah tugas yang ke berapa dari Komunitas ODOP. Saya tidak menghitung dan lebih memilih menikmatinya saja. Meski, dinikmati dengan jiwa prokrastinasi dalam diriku  hehe setiap hari dan setiap tugas dikerjakan di jam-jam rawan. Kali ini mines 2 jam waktuku mengerjakan tugas untuk mengulas unsur intrinsik dan ekstrinsik sebuah cerpen. Kali ini saya memilih cerpen yang ditulis oleh Hiday Nur dengan judul "Jangan Tidur di Malam Hari".  Unsur Intrinsik: 1. Tema     Tema yang diangkat dalam cerpen ini adalah permasalahan sosial terkait pengangkatan pemimpin di suatu daerah. Dalam cerpen ini diceritakan tentang seseorang yang entah dari mana asalnya  datang ke suatu daerah. Orang tersebut yang bernama Tuan Hugo mampu mengambil kepercayaan dan simpati masyarakat di daerah itu karena kebijaksanaannya dan kedermawanannya, bahkan menyaingi dominasi kepala suku, hingga suatu ketika kepala suku ditemukan meninggal dan Tuan Hugo pun diangkat m...

Menunggu Pulih

Surga mungkin sudah menutup pintunya Dari aku yang penuh khilaf dan dosa Hatimu mungkin sakit tersayat Dari kesal ku yang meluap-luap Tapi ada satu kata yang memberiku harapan Tobat namanya Walau maaf sulit kuucap Bisakah kualunkan dengan cara yang lain Kita tersakit-sakit karena serakah orang lain Lalu, kenapa menghukumku seperti ini Mungkin memang pergi jalan terbaik Agar hatimu memulih kembali

Faktor-Faktor Prokrastinasi

Ada gak di sini yang sering menunda aktivitasnya ? Dalam psikologi, aktivitas itu disebut prokrastinasi. Apa sih yang memengaruhi prokrastinasi ? Berikut ini adalah faktor-faktor yang memengaruhi prokrastinasi. a.        Faktor internal      Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri prokrastinator yaitu kondisi fisik dan psikologis individu. 1)       Kondisi fisik      Faktor kondisi fisik dapat memengaruhi individu untuk melakukan prokrastinasi. Fisik dalam hal ini mengarah pada kondisi kesehatan individu yaitu kelelahan. Individu yang mengalami kelelahan secara fisik akan cenderung melakukan prokrastinasi dan begitupun sebaliknya. Selain itu, individu yang melakukan prokrastinasi juga dilaporkan memiliki kesehatan yang buruk misalnya dalam hal kualitas tidur yang kurang baik apabila dibandingkan dengan individu yang tidak prokrastinasi. 2)     ...

Proses self-talk

     Kita sudah sering mendengar tentang self-treatment yang paling mudah digunakan dalam memperbaiki keadaan mental, salah satunya adalah postitive sel-talk. Pengertiannya sudah dubahas pada postingan beberapa pekan yang lalu. Pada Postingan ini, saya akan membahasa bagaimana proses self-talk tersebut. S elf-talk   dapat bekerja melalui proses yang tidak terpisahkan dan tidak proses ini dapat terjadi  secara berulang. Proses tersebut terdiri atas tiga tahapan yaitu: 1.  Voice Mapping     Banyak informasi dar luar diri individu memengaruhi  self-talk , misalnya berita dari media, pendapat teman, bahkan opini individu lain. Individu tidak mampu menolak untuk mendengarkan dan sulit membedakan dengan opini pribadi karena telah bercampur dalam pikiran.      Pada tahap  voice mapping  individu diarahkan untuk mengidentifikasi  self-talk   dengan cara menuliskannya pada secarik kertas. Setelah itu, indivi...

Pride

"Kenapa beli pisang ijonya banyak gini ? Aku kan bisanya makan satu" "Masak beli cuman satu, penjualnya ogah jual kalo satu" "Lah, bilang sama penjualnya. Aku jomblo mas penjual, jadi belinya cuman satu" Tiba-tiba hening. Tapi ramai sesal bersorak di kepalaku. Ternyata, aku baru menyakiti ego kakakku.  #TugasODOP Disc: Saya sejujurnya belum paham banget tentang fiksi mini. Tapi, di kepalaku cuman ini. Semoga bisa diambil pelajaran. Mohon kritik dan sarannya

Bangku Kosong dan Rasa yang Belum Usai

Ada yang berbeda dari tayangan Mata Najwa pada 28 September lalu. Acara televisi yang biasanya menayangkan dialog interaktif antara narasumber dan Najwa Shihab sebagai interviewer tidak lagi tampil. Sebagai gantinya, tayangan ini menampilkan Najwa Shihab dengan bangku kosong yang dihadirkan sebagai manifestasi Menteri Kesehatan Pak Terawan. Najwa Shihab melontarkan sejumlah pertanyaan kepada bangku kosong tersebut karena ketidakhadiran Pak Terawan. Tayangan itu kemudian memunculkan respon dari berbagai pihak entah positif atau negatif. Tetapi tulisan ini tidak akan membahas hal itu. Tulisan ini fokus mengulas tentang metode berbicara dengan bangku kosong yang katanya dianggap baru oleh sebagian kalangan. Dalam dunia psikologi khususnya bidang terapi klinis, bangku kosong adalah salah satu metode dari terapi gestalt dan sudah ada sejak tahun 1940. Ide terapi bangku kosong dicetuskan oleh Fritz Perls berdasarkan teori gestalt yang menganggap suatu hal tidak terpisah karena terdiri...

Rekomendasi Jawaban Bijak Saat Ditanya "Kapan Nikah"

Sering gak sih, sebel kalo ditanya kapan nikah ? Saya sih belum merasakan bagaimana kesebelan kalo ditanya pertanyaan menyeramkan itu. Bukan karena tidak ada yang menanyakan, tapi gak tau kenapa, kalau saya ditanya yah, jawaban seadanya saja. Mungkin memang karena dari saya sendiri belum mau menikah padahal sudah termasuk usia nikah sih. Tapi beda dengan teman-teman yang sering ditanya kapan nikah dan mereka sebenarnya juga pengen banget menikah cuman mungkin belum nemu yang pas. Nah, hal itu yang kadang buat orang jadi sebel. Di sini saya merekomendasikan jawaban saat ditanya kapan nikah oleh orang lain. Ini jawaban yang kukumpulkan dari orang-orang lain dan menurutku jawabannya sangat bijak. 1. Doakan yah Pak, Bu Nah, sepertinya ini jawaban paling ampuh dan sudah jadi andalan para jomblowati saat ditanya kapan nikah. Biasanya orang akan menjawab sambil cengar-cengir ke sang penanya dan yang ajaibnya, si penanya langsung anggukkan kepala saja atau ditambahkan dengan nasihat-nasihat at...

Mencoba Teknik Free Writing

Di sini, saya bukan mau mengajar, hehe tapi saat ini saya mau nerapin teknik yang katanya ampuh banget bagi penulis pemula. Namanya teknik free writing. jadi teknik ini dilakukan dengan cara mengetik semua apa yang ada di pikiran tanpa menghapus di tengah pengerjaan tulisan tersebut. pokonya apa yang terlinta di pikiran langsung ditulis saja tanpa memikirkan PUEBI. Ternyata setelah mencoba melakukan teknik free writing ini, saya juga agak kesulitan karena masih ada jeda di tengah pengerjaan tulisan untuk memikirkan eh, kata ini lebih baik, eh, kalimatnya kedengaran jelek.  Susah -susah gampang menerapkan teknik ini. Tapi banyak testimoni yang sudah menerapkan dan terbukti berhasil. Tetapi yang harus ditekankan dari teknik ini, kita akan kembali mengedit tulisan yang sudah dibuat tadi dengan selang waktu tertentu. Banyak orang yang mungkin masih salah mengartikan bahwa teknik free writing dilakukan tanpa mengedit, jadi hasilnya akan berantakan. Padahal, penegeditan dilakukan pada sa...

Jalan Panjang Doaku

Pada setiap hujan yang menaungi bumi, doaku selalu kuterbangkan ke langit bersama dengan harum tanah yang menyeruak, Ibuk, perempuan yang berdirinya tak lagi tegap seperti dahulu. Kuharap engkau bisa menerima maafku karena belum bisa membasuh kerut wajahmu. Dalam sujud-sujud khusyuk, nama mu tak pernah alpa kusebut. Maaf, belum bisa jadi anak baik yang membanggakan. Justru selalu khilaf membentak dan menyakiti ibu.  Pada setiap angin yang berhembus, doaku selalu kutitipkan agar sampai ke tempat pengabulan. Bapak, laki-laki yang berusaha kuat meski penuh luka. Kumohon terima maaf dari anakmu yang belum mampu mengusap peluhmu. Dalam setiap tangan yang kuangkat, selalu hadir wajahmu yang lelah. Maaf, belum bisa menjadi seperti harapmu. Justru selalu mengucap kesal dan mendebat.  Sampai hari ini, doa-doaku masih di perjalanan Bu, Pak. Anakmu belum bisa berbuat apapun, tapi masih terus belajar meski merangkak. Belajar bagaimana membangun impian agar kelak bisa kau rasakan. Bangunan...

Tips Agar Medsos mu Tidak Mati Suri

    Sekarang, media sosial (medsos) tidak hanya digunakan hanya untuk eksis, tetapi bisa juga digunakan sebagai sarana belajar bahkan mata pencaharian. Untuk itu orang-orang berlomba membuat konten di medsosnya setiap hari demi menarik pengunjung. Tapi kita tau, semangat membuat konten selalu naik turun yang kadang membuat medsos kita mati suri. Ini trik biar medsosmu tidak mati suri meski tidak membuat konten setiap hari.  1. Konten yang dibutuhkan      Konten yang bagus adalah konten yang dibutuhkan. Orang akan sengaja mencari sesuatu yang dibutukan tersebut daripada konten yang sekadar menarik saja. Banyak konten yang menarik misalnya yang mengandung humor atau kata puitis, tapi konten yang dibutuhkan akan lebih bertahan lama. Konten ini bisa dari sisi pengetahuan yang kita punya. Saya pernah lihat akun seorang dokter yang membagikan informasi tentang Covid-19. Dokter itu tidak memposting setiap hari, tetapi pengikutnya sangat banyak bahkan mengalahkan a...