Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

Filosofi Metamorfosis

Sebuah Kisah (diceritakan oleh guru saya yang paling sabar, Ustadz Anas) Suatu hari, seseorang duduk mengamati kepompong yang dengan segera akan bermetamorfosa menjadi kupu-kupu cantik. Kepompong itu terpecah sedikit demi sedikit hingga samar-samar terlihatlah bakal sayap kupu-kupu yang indah. Namun sang calon kupu-kupu itu terlihat sangat susah payah keluar dari kepompong. Sehingga orang tersebut merasa kasihan. Karena tak sanggup menonton kerja keras sang calon kupu-kupu, ia pun bangkit dari duduknya lalu membantu sang calon kupu-kupu untuk keluar dari kepompong, dia menggunting kepompongnya. Tak perlu usaha keras dan hanya butuh waktu singkat, keluarlah kupu-kupu tersebut dengan sayap kerdil yang berkerut, tak seperti sayap kupu-kupu pada umumnya. Orang tersebut lalu tersenyum karena merasa telah membantu dan berdalih bahwa sayapnya akan merekah seiring berjalannya waktu. Betapa menyesalnya orang itu ketika mendapati bahwa sang kupu-kupu tersebut tak bisa terbang. Sayapnya yan...

Metaforfosis

Setiap manusia akan menjalani proses dari kehidupannya masing-masing. Seperti metamorfosa kupu-kupu yang berawal dari telur, lalu menetas menjadi ulat, lalu beranjak menjadi kepompong, dan akhirnya keluar menjadi kupu-kupu yang indah. Maka sepatutnyalah, kita menikmati setiap proses yang terjadi dalam hidup ini. Di pelataran gedung pinisi -Universitas Negeri Makassar. Aku melihat ribuan mahasiswa baru (maba) yang kini memakai jas almamater berwarna  orange . Bagaikan tumpahan sirup jeruk yang siap diminum tuk pelepas dahaga. Mereka menyunggingkan senyum ceria dengan tatapan mata yang berbinar. Seakan mengumumkan pada dunia, bahwa mereka telah melewati satu tahap dari metamorfosa kehidupannya, menyandang gelar mahasiswa. Mungkin aneh, jika aku meminta salah seorang dari kalian tuk bertukar posisi. Aku ingin kembali menjadi maba, walau kebanyakan orang menganggap “maba” adalah kata yang lebih horor dari film insidious 3. Entahlah, apakah karena sederetan pengaderan yang diwajib...

Agar Hujan Lebih Bermakna

Agar Hujan Lebih Bermakna Sekarang kita telah memasuki musim penghujan. Dan mungkin sebagian orang ada yang tidak suka dengan hujan. Mereka mungkin beralasan karena cucian tidak kering, jalanan licin, dan lain sebagainya. Tapi, cukup banyak juga tuh orang yang lebih senang dijuluki  Pluviophile. Yah, mereka adalah orang-orang yang merasa senang dan candu pada hujan. Saya pun termasuk bagian dari mereka, dan mungkin kamu juga, hehe. Kita suka dengan hujan karena udaranya dingin, membuat pikiran jadi tenang, atau karena  petrichor - aroma tanah yang menyeruak saat hujan. Untuk lebih tepatnya, kita lihat saja esensi hujan dari Yang Menciptakannya. “Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan) dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih” (QS. Al-Furqan/25:48). Daripada hanya sekadar menjadi  Pluviophile  yang ngegalau, mending kita jadikan hujan lebih bermakna. Caranya bagaimana ? tenang saja, kita kan...

Seni Bergembira II

Cara untuk memperoleh kebahagiaan selanjutnya adalah dengan bersabar. Benteng terkokoh menghalau ribuan panah kritikan dari orang lain adalah kesabaran. Ia merupakan sangat mujarab mengobati sayatan dari caci maki orang lain. Pintu dari kesabaran ini adalah pikiran positif dan hati yang jernih. Hiduplah hari ini dan jangan terjebak dalam lubang kelam masa lalu. Hiduplah har ini dan jangan mengkhayalkan masa depan. Kebahagiaan bisa didapatkan dengan menghargai kehidupan kita hari ini sebab luka masa lalu hanya bisa diobati hari ini dan impian masa depat hanya dapat dicapai dengan usaha kita hari ini. Maka hargailah kehidupanmu hari ini. Ada orang-orang yang berkata berkata: “Kita ini tidak pendendam, hanya perbuatan buruk itu susah untuk dilupakan”. Bagaimana mungkin kita hidup bahagia jika sisa-sisa masa lalu belum termaafkan dengan lapang ?. Otak kita membutuhkan ion positif untuk membuat hati menjadi tentram. Sehingga, kebersihan otak dan hati adalah kunci dari kesabaran. Kit...

Seni Bergembira

Dalam buku Dr. ‘Aidh al-Qarni yang berjudul “La Tahsan”, dikatakan bahwa kegembiraan adalah seni yang dapat dipelajari oleh semua orang. Dimana ketika kita mengetahui cara mendapatkannya, maka ia akan sangat bermanfaat kepada kehidupan kita. Tak pernah terpikirkan jika kegembiraan adalah sebuah seni drama yang akan sukses dijalankan melalui latihan-latihan para aktornya. Tak hanya itu, drama kian bermakna ketika ada kerja sama di antara setiap aktor. Jika kegembiraan adalah drama, lalu alasan apa yang paling tepat untuk tidak bergembira hari ini ?. Mudah saja, kita hanya butuh latihan bak aktor drama yang akan segera pentas. Ada beberapa latihan yang dapat dilakukan agar kita dapat mementaskan kegembiraan. Yang pertama adalah dengan mengingat Allah “ Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang (Q.S. Ar-Ra’d.28)”.  layaknya seorang aktor drama, yang selalu mengingat naskah dramanya, maka hatinya akan tenang. Allah telah memberikan kita naskah yang tak sekad...

Perbatasan Dua Alam (Last)

Kami mulai memasuki pemakaman dengan ucapan salam yang sama pada perjalanan sebelumnya. Pemakaman ini lebih ramai pengunjung dengan beragam usia mulai dari anak kecil hingga lanjut usia. Saya berjalan di belakang rombongan sambil menoleh kanan kiri menyimak segala aktivitas dan deretan kuburan yang beraneka ragam bentuk dan warnanya.  Senyumku sedikit mengembang jika melihat nama yang terukir pada batu nisan sedikit berbeda dari nama pada umumnya seperti Isahi, La Mekka. Lirikan mataku terhenti pada kuburan yang di permukaannya terdapat beberapa potong bunga, juga uang recehan. Ini makam anak kecil ditandai dengan batu nisan yang kecil.  Di samping kuburan itu tak kalah unik lagi, selain bungan dan uang koib, ada juga beberapa bungkus permen berwarna  pink.  Seketika saya mengembangkan senyum karena teringat kisah sewaktu kecil saya dan kakakku sering mengambil uang dan permennya  hehe,  kami selalu dapat marah dari orang tua kalau kedapatan. Padahal mereka...

Perbatasan Dua Alam (III)

Alhamdulillah sepertinya saya sangat sayang sama ibu karena melaksanakan yang sudah kuberitahukan kepadanya. Ibu duduk meghadap kiblat di sela-sela kuburan dan mulai mengangkat tangan untuk berdoa. Saya pun melakukan hal yang sama. Setelah itu, kami duduk sebentar sambil bercerita tentang nenek buyut ku itu. Seperti tujuan awal, ibu menjelaskan bahwa ini adalah ibu dari ibunya, dia tinggal di pegunungan sejak zaman penjajahan.  Cerita kami seketika dihentikan oleh kedatangan kakekku yang juga punya tujuan yang sama dengan kami. Setelah melakukan tradisi seperti tadi, kakekku lebih hebat menjelaskan tentang nenek buyutku ini. Nenek buyutku ternyata tidak makan daging dan ayam tapi tidak juga herbivora sepenuhnya karena dia tetap makan ikan dan udang. Mereka kemudian tertawa karena ada salah seorang dari cucunya yang seperti itu. Kami melanjutkan perjalanan dengan menempuh jalan yang lebih terjal lagi untuk berziarah ke kuburan selanjutnya. Perjalanannya lebih sulit karena lebih terd...

Perbatasan Dua Alam (II)

Maklumlah, tiga orang dari kami adalah orang yang sudah berusia 60 tahun, bahkan nenek saya yang merupakan tante ibuku sudah tidak tahu berumur berapa, sehingga dia harus dibonceng motor. Kebetulan saja kita ketemu dengan keluarga yang mengendarai motor tanpa boncengan jadilah nenek menumpang dikendaraannya.  Sekarang jalanan di sini tidak terlalu buruk, sehiingga motor dan mobil masih bisa melintas. Tidak seperti beberapa tahun lalu, hanya kendaraan tertentu dan supir bernyali besar yang bisa melintasi jalanan tersebut. Sepertinya ada yang merasa sudah mulai lelah berjalan di pegunungan yang terjal ini. Mereka mungkin saja sudah terpengaruh karena melihat nenek tadi mendapatkan tumpangan kendaraan.  Mulailah saya mendengar banyak suara yang mengandung keluhan. Salah satunya keluar dari mulut ibu. Sebagai anak yang mengaku berbakti harus mencari solusi agar ibu –setidaknya tidak terlalu kelelahan. Saya melirik ke kanan dan mendapati tumpukan ranting pohon yang sepertinya bisa ...

Perbatasan Dua Alam (I)

Kebiasan yang telah membudaya di masyarakat pada daerah tertentu adalah mengunjungi kuburan setelah merayakan hari raya idul fitri. Kuburan yang diziarahi adalah milik sanak keluarga yang terdekat. Sangat klasik memang, tetapi banyak sekali sebenarnya nilai filosofi dari tradisi ziarah kubur. Dalam pandangan islam, ziarah kubur dilakukan oleh orang yang masih hidup dengan tujuan untuk mengingat kematian karena kelak kita akan mengalami hal serupa.  Rasulullah   shallallahu’alaihi wasallam  menganjurkan untuk melakukan ziarah kubur dengan adab yang telah ditentukan.  Al’ilmu qobla ‘amal , berilmu sebelum beramal tentunya menjadi prinsip seorang muslim. Saya belum pernah mengikuti kajian ilmu tentang ziarah kubur sehingga harus membuka  web  untuk mencari kaidah tentang ziarah kubur yang sesuai dengan pemahaman  salafushsholeh . Kuburan yang akan diziarahi terletak di daerah pegunungan Sewo, Kabupaten Soppeng. Jarak dari rumah saudara ibuku tidak begit...

Flow

Berjalan diantara bebatuan cerita, merayu alam tuk merekam Segala bisikan dari tapak-tapak merayap dalam kelam ketika jemari menyerah tuk mengucap pepatah kuku-kuku menyeruakkan sumpah serapah pada sejarah teringat kisah klasik berbahasa latin Ketika dedaunan yang berguguran dihembus angin melambai pada ranting yang gagal menahannya pergi cabang dan batang menunduk prihatin akar-akar terisak dalam tangis memohon pada angin burung merpati bertengger singgah menasihati kepada daun yang terbang dibawa angin kelak kau kan bertemu air yang mengalir menuju ngarai tak berpenghuni dan kau selamat dari terkaman ulat kepada pohon yang ditinggal pergi tak ada yang lebih sedih daripada perpisahan kelak kan hadir dedaunan hijau tanpa sandiwara menghias dunia untuk perhelatan tawa biarlah semua menjalankan peran yang tertakdir agar tak ada yang patah dan merana go with the flow and makes the obstacle to be low

Bagaimana Hujan yang Romantis ?

Terik sudah beranjak pergi, tanah-tanah tak lagi sekering musim lalu. Hujan telah menyapa padang gersang ibu pertiwi. Patutlah kita bersyukur atas rahmat Allah yang selama ini didambakan banyak orang. Hujan yang ditunggu-tunggu sudah menumbuhkan ilalang-ilalang yang membuat mata ini terpesona memandang hamparannya.  Air telah terserap hingga menyeruakkan aroma tanah yang menenangkan pikiran kita. Langit-langit senja tak sendiri lagi, selalu saja dihias sang pelangi yang menyenangkan untuk dipandangi. Sungguh, fenomena romantis yang disuguhkan Sang Khaliq lewat guyuran hujan. Namun, hujan bukan hanya untuk manusia, hujan adalah bentuk kasih sayang Allah kepada makhluk ciptaan-Nya yang lain.  Tanah tandus, pepohonan, hewan-hewan ternak dan makhluk lainnya memohon diturunkannya hujan. Sehingga hujan menjadi berita gembira bagi semua makhluk Allah. Sebagaimana dalam firman-Nya  “Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (huja...

Surat Cinta

Kehidupan ini sungguh indah dengan berbagai lika-likunya entah sedih, atau bahagia entah benci atau cinta. Semua adalah kenikmatan yang diberikan Allah Azza wa jalla kepada kita. Namun sayangnya, masih banyak di antara kita yang tidak ingin melihat keindahan itu. Saat seseorang ditimpa kebangkrutan seketika itupun ia merasa dunia tak lagi berputar, ketika seseorang yang ditinggal pergi oleh orang terkasihnya seketika itupun ia merasa bahwa dunia menjadi gelap gulita Setiap peristiwa yang terjadi adalah surat-surat yang dikirimkan Allah kepada kita. Tetapi terkadang kita selalu berfokus pada satu surat saja. Surat menjadi musibah atau cobaan bagi kita selaku hamba Allah, surat yang menguji seberapa kokoh keimanan dan ketakwaan kita. Satu surat, yang ternyata di dalamnya terdapat berlembar-lembar surat yang lainnya. Yang terkadang diabaikan banyak orang. Surat yang berlembar-lembar itu adalah berbagai hikmah yang dilimpahkan dibalik setiap cobaan yang Allah berikan. Surat yang menjad...

Bencana Prokrastinasi

Prokrastinasi berasal dari bahasa latin yaitu “pro” yang berarti “maju”, ke depan, lebih menyukai dan “crastinus” yang berarti “besok”. Dalam bahasa sehari-hari, proakrastinasi diartikan sebagai menunda suatu hal untuk dikerjakan. Dalam hidup, kita menjumpai berbagai tugas yang harus dikerjakan dan apabila tidak ada kontrol diri dan regulasi diri yang baik,  maka kemungkinan yang terjadi adalah prokrastinasi.  Menurut Hans Eysenck kebiasaan yang dilakukan terus menerus akan membentuk kepribadian seseorang. Sebagian ilmuwan mengatakan bahwa kepribadian dapat diturunkan melalui genetik. Ada sebuah cerita yang saya angkat dari kehidupan nyata saya sendiri. Pada malam-malam tertentu dari tujuh hari yang ada, saya selalu bertemu dengan ayah di meja kerjanya. Kebetulan meja belajar saya dan meja kerjanya berada dalam satu ruangan. Dan di depan kami ada tumpukan kertas yang tentunya hasil prokrastinasi –kata ibu saya, kertas itu adalah anak cucu dari tugas yang kemarin bert...

Tujuh Menit

Sudah beberapa bulan ini saya mengikuti HSI singkatan dari Halaqah Silsilah Ilmiah yang dibimbing oleh Ustadz Abdullah Roy. Pembahasan di halaqah ini semuanya tentang tauhid termasuk keimanan. Pembahasannya bertingkat-tingkat mulai dari yang dasar hingga yang kompleks. Sistemnya lewat whatsapp grup dan nantinya dikirim audio setiap hari. Audio materi yang dikirimkan pasti hanya berkisar pada durasi 3 menit. Kalau dipikir-pikir, durasi itu sangat singkat. Tetapi pada kenyataannya, kenapa masih saja banyak anggota grup yang gugur. Oh iya, di halaqah ini juga ada sistem gugurnya tapi saya lupa bagaimana indikatornya. Yang jelas, kalau tidak mau gugur dan dikeluarkan dari grup, kita harus mengerjakan soal evaluasi setiap hari setelah   mendengar audio materi. Audio materi akan dikirimkan pada pukul 06.00 WIB tetapi karena saya ada di zona WITA, berarti audio materi baru bisa saya buka pada pukul 07.00. Sedangkan soal ujian akan mulai dibuka pada pukul 16.00 WIB dan ditutup keesokan...

Anak 9 Tahun

Saya punya keponakan yang umurnya saat ini menginjak tahun ke 9. Pandemi yang terjadi saat ini membuatnya harus belajar dari rumah dan kegiatannya lebih banyak dilakukan di rumah. Banyak dampak yang terjadi pada dirinya, salah satunya adalah pertumbuhan berat badan yang sangat signifikan. Sekitar dua kali lipat dari sebelumnya. Saya punya foto dia di bulan Februari, sangat jauh berbeda dari saat ini, Bulan November. Di rumah, membuat aktivitas mainnya berkurang, sehingga hanya berputar pada kegiatan belajar, menonton, makan, dan minum. Nah, bagaimana tidak gemuk kalau seperti ini. Olahraga yang biasa dilakukan hanya bulu tangkis, itupun di dalam rumah yang ruang geraknya sangat terbatas. Tapi, pandemi ini tidak hanya berdampak negatif pada dirinya, ada juga dampak positifnya. Dia jadi bisa belajar memasak. Di rumah, saya memasak hanya pada pagi dan sore hari. Makan pagi dan makan siang dimasak saat pagi dan makan malam dimasak di  sore hari. Karena si keponakan tadi makannya sa...

Tenggelam dalam Metafora: Sebuah Review

Buku yang tengah kubaca ini berjudul metafora pemuda langit. Ditulis oleh dua orang pemuda yang hidup di dunia dengan menjalankan perintah dari langit. Walaupun buku ini bukan milik saya alias pinjaman, saya sangat senang bisa membacanya. Dari sampul yang berwarna hitam, saya menemukan banyak warna di dalamnya. Mulai dari kata pengantar yang tidak seperti kebanyakan buku, kata pengantarnya saja disusun bak puisi tapi bisa tetap dicerna dengan sederhana. Mulai membaca di awal halaman saja, kita sudah tau kalau penulisnya adalah orang yang mempunyai keterampilan dalam penghayatan terhadap suatu peristiwa. Bukan, tulisan di buku ini tidak menggurui, hanya seperti mendeskripsikan fenomena yang terjadi. Dari judul bukunya, mungkin kita akan berpikir bahwa ini adalah buku yang hanya cocok untuk dibac aoleh kalangan pemuda saja, tetapi ternyata setelah membaca beberapa bab, buku ini justru seperti pesan yang disampaikan untuk orang tua sebagai orang yang punya tanggung jawab penuh terhada...

Petanyaan Klise Tapi Jawabnya Sulit

Biasanya pertanyaan yang klise dan sudah lumrah itu harusnya lebih mudah dijawab kan, sudah sering didengar. Logikanya pasti sudah banyak contoh jawaban dari orang-orang sebelumnya yang pernah ditanya seperti itu. Sayangnya pertanyaan ini, bagiku tidak berjalan seperti logika di atas. Pertanyaannya memang sering ditanyakan bahkan dari sd pun kita pasti sering menemukan pertanyaan itu. Apa motto hidupmu ? Nah, pertanyaan yang sangat klise bukan ?. Dan tentunya pertanyaan ini sudah sangat familiar bagi kita bahkan sejak jaman biodata yang ditulis di kertas binder. Saya ingat, dulu waktu jaman sd saya sering tukaran biodata sama tema-teman dan pasti di antara beberapa pertanyaan yang ada, muncul pertanyaan tentang motto. Mungkin, waktu kecil kita tak pernah mempermasalahkan pertanyaan itu dan biasanya tergolong pertanyaan yang mudah dijawab. Toh, kita bisa langsung menyalin kata-kata motivasi yang biasa didengar. Seiring bertumbuhnya kita, pertanyaan itu juga tumbuh menjadi pertanya...