Postingan

Menampilkan postingan dengan label Komunitas ODOP

Tujuh Menit

Sudah beberapa bulan ini saya mengikuti HSI singkatan dari Halaqah Silsilah Ilmiah yang dibimbing oleh Ustadz Abdullah Roy. Pembahasan di halaqah ini semuanya tentang tauhid termasuk keimanan. Pembahasannya bertingkat-tingkat mulai dari yang dasar hingga yang kompleks. Sistemnya lewat whatsapp grup dan nantinya dikirim audio setiap hari. Audio materi yang dikirimkan pasti hanya berkisar pada durasi 3 menit. Kalau dipikir-pikir, durasi itu sangat singkat. Tetapi pada kenyataannya, kenapa masih saja banyak anggota grup yang gugur. Oh iya, di halaqah ini juga ada sistem gugurnya tapi saya lupa bagaimana indikatornya. Yang jelas, kalau tidak mau gugur dan dikeluarkan dari grup, kita harus mengerjakan soal evaluasi setiap hari setelah   mendengar audio materi. Audio materi akan dikirimkan pada pukul 06.00 WIB tetapi karena saya ada di zona WITA, berarti audio materi baru bisa saya buka pada pukul 07.00. Sedangkan soal ujian akan mulai dibuka pada pukul 16.00 WIB dan ditutup keesokan...

Anak 9 Tahun

Saya punya keponakan yang umurnya saat ini menginjak tahun ke 9. Pandemi yang terjadi saat ini membuatnya harus belajar dari rumah dan kegiatannya lebih banyak dilakukan di rumah. Banyak dampak yang terjadi pada dirinya, salah satunya adalah pertumbuhan berat badan yang sangat signifikan. Sekitar dua kali lipat dari sebelumnya. Saya punya foto dia di bulan Februari, sangat jauh berbeda dari saat ini, Bulan November. Di rumah, membuat aktivitas mainnya berkurang, sehingga hanya berputar pada kegiatan belajar, menonton, makan, dan minum. Nah, bagaimana tidak gemuk kalau seperti ini. Olahraga yang biasa dilakukan hanya bulu tangkis, itupun di dalam rumah yang ruang geraknya sangat terbatas. Tapi, pandemi ini tidak hanya berdampak negatif pada dirinya, ada juga dampak positifnya. Dia jadi bisa belajar memasak. Di rumah, saya memasak hanya pada pagi dan sore hari. Makan pagi dan makan siang dimasak saat pagi dan makan malam dimasak di  sore hari. Karena si keponakan tadi makannya sa...

Tenggelam dalam Metafora: Sebuah Review

Buku yang tengah kubaca ini berjudul metafora pemuda langit. Ditulis oleh dua orang pemuda yang hidup di dunia dengan menjalankan perintah dari langit. Walaupun buku ini bukan milik saya alias pinjaman, saya sangat senang bisa membacanya. Dari sampul yang berwarna hitam, saya menemukan banyak warna di dalamnya. Mulai dari kata pengantar yang tidak seperti kebanyakan buku, kata pengantarnya saja disusun bak puisi tapi bisa tetap dicerna dengan sederhana. Mulai membaca di awal halaman saja, kita sudah tau kalau penulisnya adalah orang yang mempunyai keterampilan dalam penghayatan terhadap suatu peristiwa. Bukan, tulisan di buku ini tidak menggurui, hanya seperti mendeskripsikan fenomena yang terjadi. Dari judul bukunya, mungkin kita akan berpikir bahwa ini adalah buku yang hanya cocok untuk dibac aoleh kalangan pemuda saja, tetapi ternyata setelah membaca beberapa bab, buku ini justru seperti pesan yang disampaikan untuk orang tua sebagai orang yang punya tanggung jawab penuh terhada...

Petanyaan Klise Tapi Jawabnya Sulit

Biasanya pertanyaan yang klise dan sudah lumrah itu harusnya lebih mudah dijawab kan, sudah sering didengar. Logikanya pasti sudah banyak contoh jawaban dari orang-orang sebelumnya yang pernah ditanya seperti itu. Sayangnya pertanyaan ini, bagiku tidak berjalan seperti logika di atas. Pertanyaannya memang sering ditanyakan bahkan dari sd pun kita pasti sering menemukan pertanyaan itu. Apa motto hidupmu ? Nah, pertanyaan yang sangat klise bukan ?. Dan tentunya pertanyaan ini sudah sangat familiar bagi kita bahkan sejak jaman biodata yang ditulis di kertas binder. Saya ingat, dulu waktu jaman sd saya sering tukaran biodata sama tema-teman dan pasti di antara beberapa pertanyaan yang ada, muncul pertanyaan tentang motto. Mungkin, waktu kecil kita tak pernah mempermasalahkan pertanyaan itu dan biasanya tergolong pertanyaan yang mudah dijawab. Toh, kita bisa langsung menyalin kata-kata motivasi yang biasa didengar. Seiring bertumbuhnya kita, pertanyaan itu juga tumbuh menjadi pertanya...

Pandemi dan Freshgraduate

Sebagaimana yang sudah banyak dibicarakan orang, virus corona ini menyerang segala aspek kehidupan manusia, tidak hanya dari aspek kesehatan saja, tetapi mulai dari pendidikan, hingga ekonomi. Hal inilah yang membuat virus corona diumumkan sebagai pandemi secara global. Artinya hampir semua orang di dunia merasakan dampak dari virus corona ini, termasuk teman-teman dan saya sendiri. Februari sebelum corona menyebar ke Indonesia, saya sudah wisuda dan tentunya punya segudang rencana. Saya berencana ke kediri untuk les bahasa inggris, lalu ke Yogyakarta buat daftar daftar S2. Ternyata Allah berkehendak lain. Sekitar awal April, Presiden Indonesia mengumumkan PSBB mengikut adanya warga Indonesia yang terkonfirmasi positif corona. Alasan PSBB itulah yang membuat saya mengubah rencana yang memilih untuk kerja atau magang dulu sebelum lanjut S2 tahun depan. Setelah wisuda, saya masih punya sangkutan di kampus yang harus diselesaikan sebelum mengambil ijazah. Saya harus mengurus ringkasan...

Tentang Mental

Pernahkah kita mendengar istilah mental crab ? Istilah ini biasanya ramai digunakan di dunia bisnis menggambarkan seseorang yang mudah menyerah dan putus asa. Kalau dalam istilah psikologis, istilah ini sangat dekat dengan pengertian fixed mindset. Berawal dari cerita tentang Bob Sadino, seorang pengusaha. Bob Sadino bukan pengusaha yang hanya kaya tetapi dia sangat terkenal dengan keunikannya karena selalu memakai celana pendek kemanapun ia pergi. Suatu hari, Bob sadino bercerita sambil memberi petuah bahwa seseorang tidak bisa menjadi pengusaha karena mindset di otaknya yang tidak bisa berubah. Misalnya, ada orang yang disarankan untuk membuaka jualan, dia tidak mau dengan alasan tidak punya modal. Ketika dikasih modal, dia beralasan lagi, tidak punya skill menjual. Kalau disarankan untuk inverstasi, dia malah bilang penipuan. Nah, menurut Bob Sadino, ini adalah mental crab atau mental kepiting. Karena sebenarnya ia punya potensi, tapi tidak mau menggunakannya. Setelah kupikir-...

Alasan Seseorang Enggan Memeriksakan Diri Ke Dokter

Kalau kita lagi sakit, otomatis tubuh akan memberikan alarmnya dengan cara menimbulkan gejala-gejala tertentu. Nah, gejala-gejala yang muncul ini menjadi tanda bagi kita kalau tubuh sedang tidak baik-baik saja. Sayangnya, banyak dari kita yang mengabaikan gejala-gejala ini. Dengan berbagai macam alasan. Padahal, memeriksakan diri ke dokter di awal-awal timbulnya gejala lebih baik karena penanganannya akan lebih ringan daripada nanti ketika gejalanya sudah berat. Di bawah ini ada beberapa alasan seseorang enggan memeriksakan diri ketika sakit: 1. Takut Setelah bertanya kepada beberapa teman, takut adalah alasan paling banyak kenapa mereka tidak mau memeriksakan diri ke dokter. Tentu saja, siapa sih yang tidak takut dengan vonis dokter. Apalagi dengan arus informasi yang semakin cepat, ketaktan-ketakutan itu bisa muncul karena informasi yang tersebar. Padahal belum tentu, apa yang ditakutkan itu terjadi.  2.  Apatis Nah, apatis ini istilahnya   menggambarkan seseorang y...

Pekerjaan Tanpa Gaji yang Banyak Peminat

Hai, di tulisanidak ngut ini akan beda seperti tulisan sebelum-sebelumnya. Sapaan yang kugunakan adalah "Aku". Kenapa mendadak berubah ? yah, karena kurasa susah gitu kalau harus menulis seperti model tulisanku sebelumnya tetapi dalam bahasan yang ringan. Jatuhnya jadi kaku banget. Pekan ini aku berusaha untuk tidak ngutang lagi. Kapok bener dah, ngutang tapi setiap hari senin harus dag dig dug taku di kick dari grup komunitas. Kali ini aku mau cerita, pernah ketemu konten video yang bagus banget menurutku. Di situ diceritakan kalau si pembuat videonya wawancarai beberapa anak muda yang pengen kerja. Nah, si pewawancara sebut saja namanya Baso, menawarkan pencari kerja tersebut pekerjaan yang menurutku -dan semua pencari kerja yang diwawancarai di video, itu gak masuk akal.  Baso menawarkan pekerjaan yang harus bekerja seharian kadang sampai 24 jam non stop. Salah satu orang yang diwawancari bertanya dengan heran, "Wah, emang ada pekerjaan seharian gitu ? Gajinya berapa...

Efek Kelamaan

Pandemi betul-betul berpengaruh pada semua segi kehidupan kita. Semua org, bahkan secara global. Kalau dipikir-pikir, pandemi bisa menghentikan semua kegiatan, membatasi gerak untuk meraih goals-nya. Tetapi banyak juga orang yang justru karena pandemi ini, bisa meraih banyak hal yang ia impikan. Kamu ada di posisi mana ? Semuanya pasti tergantung goals dan kerja keras dalam meraihnya. Kalau posisiku jelas, orang yang mudah menyerah dan putus asa. Tapi kata temanku, saya orang yang mudah menyerah karena tidak menghargai proses yang sudah kulewati. Setelah kupikir lagi, yang dikatakan temanku itu benar juga. Meski goals yang sudah kurencanakan itu belum tercapai, setidaknya ada langkah-langkah kecil yang kulakukan. Walau mungkin sangat kecil. Pandemi ini membuat banyak orang stres, tetapi kita telah dibekali dasar naluriah untuk mengatasi stres tersebut. Tidak mudah tinggal di rumah selama berbulan-bulan bahkan hampir setahun dengan gerak yang sangat terbatas.  Mempelajari stres yang...

Dongeng Sebelum Tidur

Akhir-akhir ini lagi tren cerita horor tentang pendakian. Biasanya cerita ini berisi tentang pengalaman mistis yang dialami oleh pendaki gunung. Sejujurnya saya adalah orang yang penakut saking penakutnya saya ingat waktu kecil dulu pertama kali film DAS (Di sini Ada Setan) menayangkan filmnya yang berjudul Suster Ngesot, saya tidak mau injak lantai. Jadi, dari bangun tidur saya minta bapak gendong kalo mau kemana-mana. Untungnya hari itu hari Ahad.  Itu memang waktu kecil umur 10 tahun mungkin. Tapi sekarang, walaupun umurku sudah hampir setengah abad, saya tetap masih penakut. Bedanya, saya sudah mulai bisa mengontrol ketakutan itu. Di psikologi, saya belajar kalau takut itu ada objeknya, tapi yang buat objek itu seram atau tidak yah persepsi di kepala kita. Akhirnya, beberapa kali di setiap malam sebelum tidur, saya selalu membaca cerita tentang pengalaman mistis pendaki. Walaupun saya tidak tau apakah cerita itu pengalaman yang betul-betul nyata atau karangan yang didongengkan....

Bersama ODOP

Gak kerasa ternyata ini sudah bulan November, suddah hampir setahun dari wisudaku dan pertanyaan besar yang harus kulontarkan adalah sudah kerja apa saja ?. Hmm tidak ada, belum ada tepatnya. Saya hanya beraktivitas di rumah. Kadang putus asa banget tapi tetap yakin suatu saat semua harapan bakal terkabul hehe.  Sungguh keyakinan yang tak masuk akal. Salah satu harapanku adalah bisa terbitkan tulisan di media ternama secara rutin tapi, saya adalah tipe orang yang mudah bosan dan cepat menyerah. Alhasil, kalau sudah coba satu kali dan belum diterima, saya akan mundur dan ogah balik lagi. Dua bulan ini saya dekat dengan aktivitas menulis hasil dari kebaikan komunitas ODOP yang saya ikuti. Saya tidak menyangka masuk di komunitas ini betul-betul melatih mental. Padahal awalnya sudah senang karena akhirnya lulus waktu pendaftaran. Semacam diprank, ternyata kita baru dinyatakan diterima secara resmi kalau berhasil menulis setiap hari selama dua bulan. Sungguh luar biasa. Saya berterima k...

Apa Itu Self-Talk ?

Self-talk digunakan sebagai cara untuk mengganti pikiran negatif menjadi positif dan produktif, sehingga mengarahkan individu untuk mengontrol perilaku yang diharapkan. Self-talk mengarahkan individu untuk melakukan apa yang diperintahkan, sehinga jika self-talk dilakukan berulang-ulang, maka perilaku akan sesuai dengan harapan. Istilah  self-talk  sama dengan  self-instructional ,  inner speech  yang dicetuskan oleh Vygotsky,  self-statement  dan  inner talk . Istilah tersebut berbeda secara bahasa, tetapi memiliki konsep yang sama.  Self-talk  adalah serangkaian kata yang diucapkan pada diri sendiri dengan cara tertentu, sehingga terprogram ke pikiran bawah sadar dan dapat digunakan oleh setiap individu kapan saja. Self-talk digunakan sebagai cara untuk menghapus dan mengganti pikiran negatif menjadi lebih positif dan produktif, sehingga mengarahkan individu untuk lebih baik dari masa lalunya dan mengontrol perilaku sesuai yang d...

Minimalis

Dunia saat ini ramai membahas dan memuja hidup minimalis, mulai dari konsep rumah, kepemilikan barang, sampai penanganan sampah. Banyak orang yang mulai sadar bahwa hidup minimalis itu jauh lebih membahagiakan. Lalu, apa sebenarnya minimalis itu ? Apakah memang terbatas pada definisi memiliki barang yang sedikit ? Dari hasil membaca timeline, saya memahami bahwa minimalis itu bukan sekadar memiliki barnag yang sedikit, tetapi minimalis adalah bagaimana semua yang kita punya bisa berfungsi maksimal. Bahkan misalnya kita punya baju yang terbilang sedikit, anggaplah cuman 30 lembar, tetapi kalau setiap harinya kita hanya memakai 10 lembar, itu tidak termasuk dalam konsep minimalis karena ada 20 lembar yang fungsinya tidak dimaksimalkan lagi.  Jauh sebelum dunia ramai membahas tentang hidup minimalis inji, islam sudah mengenalkan pada kaumnya. Setelah memahami lebih jauh tentang konsep minimalis,  saya lalu teringat satu anjuran dalam islam yang selalu ditekankan yaitu zuhud. Isti...

Kenapa Selalu Berulang ?

Ini cerita dari seseorang yang mempertanyakan naik-turun keimanannya. Ketika ditimpa musibah, maka ia dengan khusyuk mendekatkan di pada Allah, Sang Penipta. Ia berdoa siang dan malam agar dilepaskan dari musibah yang menimpanya. Ia kerjakan semua amalan wajib bahkan amalan sunnah yang bisa mengabulkan doa-doa malamnya. Ketika Allah Ta'ala melepaskan semua musibah yang menimpanya, mendadak ia lupa diri. Seakan-akan, dulu ia tak pernah merengek memohon kepada Allah. Duhai, betapa ngerinya tabiat ini. Di hatinya pun merasa ia salah jalan dan ingin keluar, tetapi kenapa selalu berulang ?. Ia kembali seperti semula yang tidak melakukan amalan lagi bahkan kewajiban sebagai seorang hamba, jauh dari Allah Ta'ala. Musibah yang datang berkali-kali hanya angin lalu saat Allah memberikan kenikmatan kembali. Ia terlena dengan kemaksiatannya. Dan orang-orang yang berada di sekitarnya justru lebih takut, bagaimana kalau ia mendapatkan musibah yang lebih besar. Tapi Allah selalu menyuruh berb...

Kebahagiaan Orang yang Suka Menunda Sholat

Ini bukan khutbah dari alim agama, tetapi murni mengungkapkan rasa. Jadi tak perlu penghayatan membacanya. Sholat tidak diperintahkan untuk dilaksanakan, melainkan untuk didirikan. Maksud kata didirikan di sini mencakup kekhusyuan dan keseriusan dalam sholat. Sayanganya, saya dan mungkin pembaca masih selalu tidak serius melaksanakan sholat misalnya dengan sholat di akhir waktu. Padahal kalau dipikir, aktivitas kita sebenarnya bisa ditunda untuk sholat yang hanya berkisar 10-15 menit itu. Kebanyakan, sholat yang paling sering dilalaikan adalah isya dan shubuh. Kedua sholat itu adalah waktu paling enak untuk tidur. Saya pribadi paling sering menunda sholat isya bahkan hingga menjelang tengah malam. Apalagi kalau bukan mengkambing hitamkan hadits tentang sholat isya yang memang sebaiknya diakhirkan. Padahal, waktu akhir Baginda Nabi itu bahkan tidak pernah sampai tengah malam karena Beliau bukan ahli begadang. Biasanya, ketika menundah sholat isya hingga menjelang tengah malam, shola...

Sebelum Ke Mojok, Mampir Dulu di Terminal Mojok

Baiklah. Ini adalah tulisan yang dibuat dengan tingkat kesadaran rendah dan mata yang dipaksa melek. Kewajiban dari komunitas odop adalah motivasi terbesar mata ini masih setia menatap layar dan jari jemari menari di atas keyboard. Jadi, dimohon pengertiannya kalau kualitas tulisan ini jadi menurun (meskipun tulisan yang lain kualitas juga tidak ada yang tinggi wkwk). Sudah jadi hal yang umum diketahui kalau kita mau pergi ke suatu tempat misalnya ke luar daerah, biasanya kita pasti mampir ke terminal, cari angkutan lalu berangkat ke daerah tujuan. Nah ternyata, filosofi itu diterapkan oleh media online yang sangat terkenal dengan bahasanya yang santuy. Yups, nama medianya adalah mojok. Tak tau juga sih apa maknanya tapi mungkin orang-orang yang mojok itu sering merenungi peristiwa. Awalnya kupikir media ini dari Mojokerto hehe ternyata base-nya ada di Yogyakarta.  Mojok ini makin terkenal di kalangan orang-orang yang senang dengan tema berat tapi dibahas dengan ringan. Ini karakte...

Gara-Gara Donat

 Disc: Ini mungkin tulisan paling absurd-,- Waktu nge-gambar digital art,   tiba-tiba ada panggilan masuk yang ternyata dari ayah. Sejujurnya setiap terima telfon seperti ini saya merasa dad dig dug, perasaan campur aduk. Aku orangnya neurotis banget, suka mikirin yang tidak-tidak. Alhamdulillah Allah selalu kasih kekuatan untuk berprasangka baik. Kuangkat telfonnya dan mendengar suara di seberang sana.  Ayah bertanya kenapa hp ibu tidak aktif padahal ada banyak panggilan tidak terjawab dari ibu. Hmm ibuku memang punya kebiasaan seperti itu. kalo telfonnya tidak diangkat ya sudah, dia tinggalin dna cari aktivitas lain. Karena waktu itu, ibuku sholat, jadi aku tidak kasih panggilan ayah ke ibu. Ayah cuman bilang sudah ada di jalan pulang. Eh, tiba-tiba di tengah pembicaraan ternyata ayah ku bilang ada yang terlupa. Katanya ada orang tua siswa yang ngasih dua dus donat sayangnya ayahku sudah lumayan jauh dari sekolahnya. Kusarankan bagaimana kalau tidak usah balik lagi...

Untuk Para Emak

Pandemi belum mereda justru terus menaik. Kegiatan sekolah pun masih belum bisa dilakukan sebagaimana biasanya. Artinya, semua pembelajaran masih dalam jaringan ( daring) dan dilakukan mandiri oleh murid didampingi orang tuanya. Karena masarakat kita masih patriarki, maka tanggung jawab terbut pastinya jatuh ke pundak sang emak. Sejak awal sekolah daring dimulai, banyk suara-suara dari emak yang mengeluhkan berbagai amsalah yang dialami. Mulai dari gawai yang tidak ada, kuota yang mahal, sampai jaringan yang tidak tersedia. Saya memang belum menjadi emak, tapi kebetulan sudah merasakan bagaimana ribetnya mendampingi sekolah daring .  Keribetan itu juga memunculkan narasi yang sejujurnya sangat tidak baik dan menyakiti hati. Misalnya narasi bahwa guru itu bisanya cuma ngasih tugas, guru itu makan gaji buta, dsb. Padahal sebenarnya, baik guru maupun emak  di rumah sama-sama merasakan kesulitan. Guru akan pusing memikirkan bagaimana caranya agar tujuan pembelajaran bisa tercapai ...

Tsundoku, Mengumpulkan Kertas, Bukan Ilmu

Siapa yang hobinya beli buku tapi jarang dibaca ? Kalau ketemu dengan pertanyaan seperti di atas, saya pasti masuk dalam daftar paling depan orang-orang yang menjawab "ya". Bisa dibilang saya adalah orang yang sangat mudah terperangkap dalam jaring promosi-promosi apapun -apalagi buku. Bahkan dari judulnya saja, saya bisa langsung jatuh cinta dan membeli buku tersebut. Sayangnya, saya adalah ornag yang malas membaca.  Setelah berpikir perilaku ini adalah perilaku yang aneh, saya kemudian banyak mencari tau tentangnya. Ternyata, perilaku ini disebut Tsundoku. Istilah yang diberikan kepada orang yang hobi membeli buku tapi tidak pernah membaca bukunya. Saya pernah membaca beberapa orang benar-benar menjadi tsundoku ini. Dan paling tersimpan di memori ku adalah seorang (kalau tidak salah) pendiri perusahaan yang selalu membeli buku setiap mengunjungi mall dan pada pameran-pameran buku yang besar. Ia berdelik bahwa membeli buku itu sebagai investasinya ketika ia pensiun kelak. Pa...

3 Rekomendasi Asupan dari Pendiri Makassar International Writer Festival

Lili Yulianti Farid, adalah seorang wanita pendiri acara sastra yang sangat terkenal dan prestigious di kalangan penulis dan pecinta buku, Makassar International Writer Festival. Sebuah event yang lahir dari pertengahan Indonesia ternyata diinisiasi oleh wanita hebat ini.  Saat ini, Lili Yulianti Farid menjalankan hari-harinya sebagai seorang peneliti di pusat kajian masyarakat asli Australia di Monash University.  Meskipun beliau sedang menetap di Australia, ia selalu punya ruang tersendiri bagi Indonesia di hatinya.  Asupan sehari-harinya masih sangat terkait dengan Indonesia. Asupan dalam artian konotatif adalah buku bacaan. Buku adalah asupan penting bagi otak dan jiwa manusia. Karena dengan buku, ilmu dapat sampai kepada kita. Melalui instagram klubbukunarasi, Lili memberikan 3 rekomendasi asupan buku yang sangat baik menurutnya. Katanya, ketiga buku tersebut adalah pemgobat rindunya pada Indonesia.  Pertama, Lili merekomendasikan A Short History of Indonesia ka...