Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

Habis Gelap Terang Sepanjang Masa

Gambar
jessezhou-Uvaz8IGJ_7w-unsplash Saya duduk di salah satu bangku yang berhadapan dengan taman penuh tumbuhan yang indah dan menyejukkan. Saya memutuskan untuk menunggu ibu yang menyelesaikan pekerjaannya sebagai pengajar di salah satu SMA negeri di Makassar. Katanya dia pulang tidak lama karena hari ini masih berlangsung orientasi siswa baru, sehingga proses belajar mengajar belum aktif. Toh, membosankan juga tinggal di rumah dengan rutinitas yang datar saja, membersihkan, cuci piring, masak, makan, cuci piring lagi, tidur, dan tidur lagi. Saya duduk ditemani dengan buku bacaan berisi tulisan seorang wanita yang memperjuangkan haknya, sehingga kini, saya dan wanita lain bisa merasakan duduk di bangku sekolah. Raden Ajeng Kartini menulis buku berjudul habis gelap terbitlah terang yang berisi kisah dari perjuangannya untuk menjadikan kaum wanita Bumiputera (panggilan Belanda pada bangsa Indonesia) berpendidikan dan terhindar dari kebodohan.  Di tengah keasyikan membaca dan terpaa...

Ku tunggu di garis finish.

Gambar
  Sumber gambar: www.lomba.or.id   Sambil menatap layar kaca mata ini tak terasa berubah menjadi aliran sungai yang tak bermuara. Salah satu siaran yang menampilkan bocah cilik dengan kefasihannya dalam melantunkan ayat suci, menjadikan hati gemetar. Ucap syukur yang begitu dalam ketika diizinkan menjadi saksi bahwa kalam Allah masih terjaga dengan aman dalam dada kaum muslim, muslim cilik. Tak sekadar menghafal Al-qur’an tetapi juga dengan asbabun nuzul (sebab turunnya ayat) dan hukum tajwid . Malu rasanya, melihat mereka yang memiliki tinggi badan setengah dari kita mampu menghafal Al-qur’an dengan fasih. Bandingkan dengan kita yang hanya menghafal beberapa potong surah saja. Itupun surah pendek kelas anak TK dan masih terbata-bata dengan tajwid yang berantakan. Singkat memang, tayangan yang hanya berdurasi kurang lebih satu jam dibuka dengan ucapan salam dari pembawa acara kemudian menampilkan setiap peserta hafiz dengan tantangan dari dua o...