Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Self-talk dan Jenis-jenisnya

Kita pasti pernah berbicara dengan diri sendiri, sedtidaknya dalam oikiran sendiri. Bagaimana itu bisa terjadi ? Tulisan ini akan memaparkan proses self-talk yang bertujuan untuk healing (therapy). Self-talk dapat bekerja melalui proses yang tidak terpisahkan dan tidak proses ini dapat terjadi secara berulang. Proses tersebut terdiri atas tiga tahapan yaitu:  a. Voice Mapping Banyak informasi dari luar diri individu memengaruhi self-talk, misalnya berita dari media, pendapat teman, bahkan opini musuh terhadap diri kita. Individu tidak mampu menolak untuk mendengarkan dan sulit membedakan dengan opini pribadi karena telah bercampur dalam pikiran. Misalnya self talk yang mengandung kalimat bahwa “Skripsi adalah hal yang sulit untuk dikerjakan”. Sedangkan pada situasi tertentu, kalimat tersebut dapat bertolak belakang misalnya “Skripsi adalah hal yang mudah”.  Pada tahap voice mapping, individu diarahkan untuk mengidentifikasi self-talk dengan cara menuliskannya pada secarik ke...

Merindukan Diriku yang Dulu

Pernah tidak, kita merindukan diri kita yang dulu ? Kita dengan versi terbaik yang ternyata kini telah mundur sedikit demi sedikit.  Merindukan semangat kita ketika awal hijrah. Dulu, saya ingat bagaimana saya selalu berusaha menjadi orang yang seideal-idealnya mukmin dengan segala cobaan yang begitu menggoda. Yah, cobaan ternyata bukan hanya tentang kesulitan tetapi cobaan yang justru kesenangan.  Menjadi pribadi yang pertengahan dengan cita-cita surga tertinggi. Menyusun rencana untuk visi yang jauh ke depan. Bukan sekadar pencapaian keduniaan. Pembicaraan bukan lagi tentang diri sendiri, tetapi memberikan perhatian terhadap saudara muslim lainnya. Masalah yang dihadapi bukan lagi tentang kegalauan patah hati, tetapi kekecewaan atas amalan yang tertinggal. Kini, semuanya sudah terbungkus dalam kerinduan. Tidak ada lagi doa-doa di pertengahan malam yang mengalun hingga ke langit yang ada hanya bisingnya pikiran-pikiran tentang masa depan dan barang-barang elit.  Lalu, ba...

Dibalik 23.59

Tiga pekan belakangan ini saya rajin posting tulisan di blog. Bukan karena memang rajin, tetapi dibentuk jadi rajin oleh komunitas ODOP. Awalnya saya pernah bertekad akan memposting di blog kalau blognya sudah clean dan rapih. Tetapi di ODOP saya belajar untuk memulai semua hal yang selalu (hanya) nyangkut di pikiranku, tak pernha kueksekusi.  Melihat teman-teman lain dengan berbagai kelebihannya, misalnya punya tulisan yang enak banget dibaca -mengalir, atau blognya yang sudah sangat clean, membuat saya bukan lagi bagaikan butiran debu, tapi serasa butiran atom hehe. Tetapi, Allah mempertemukan saya dengan sebuah nasihat : "Jangan bandingkan chapter 1 dirimu dengan chapter 3 orang lain". Yah, nasihat yang menggugah. Tujuan utama saya menulis di blog ini, tentunya agar bisa lolos tantangan menulis ODOP selama w bulan. Ada yang bilang ke saya, kalau hobi itu harus buat kita flow, jangan dijadikan beban. Tetapi bagi karakter seperti saya, tantangan seperti ini justru menjadi te...

Menggali ke Puncak Hati

Tulisan ini adalah tugas dari komunitas yang saya ikuti. Awalnya sangat berat, tetapi saya sangat berterima kasih atas tugas ini begitupun dengan tugas-tugas sebelumnya. Saya hanya punya waktu satu jam untuk menuliskan cerita tentang diri saya. Yah, tugasnya dalah bercerita tentang diri sendiri, tentang cita-cita dan mimpi di masa yang akan datang. Dari penggalan kalimat awal saya, kamu mungkin sudah menilai, saya adalah orang yang deadliner, suka menunda tugas hingga lupa waktu. Saya kemudian bertanya-tanya tentang penyebab karakter itu tertanam dalam diri saya. Kamu mungkin bisa membantu say amenukan jawabannya dengan membaca cerita tentang perkenalan saya ini. Saya lahir 24 tahun yang lalu di Makassar, suatu kota di tengah Indonesia yang biasa disebut Kota Daeng. Sudah cukup lama hidup di dunia ini tetapoi saya merasa masih sangat kurang akan pencapaian. Kita bisa menilai kurang atau lebih sesuatu jika ada pembandingnya. Begitupun dengan pencapaian kita, kurang dan lebihnya tergantu...

Musuh

Kau tak juga bosan menggodaku Berkemul dalam dinginnya selimut pagi Padahal telah kujadikan dirimu mimpi burukku Bagaimana bisa menjadi nyata ? Kau mengaku berteman dengan nafsu Merenggut niat bersih tanpa noda Walau kucuci dengan sebotol pemutih Mengapa enggan pergi ? Kau yang kian hari kian buas Menerkan cita merobek asa Maka ku umumkan perang padamu Malas, kaulah musuh yang paling kubenci #Strategiandalan #BertahanODOP

Prakerja V: Sebuah Ajakan

Ada ga sih  yang sudah daftar prakerja ? Atau menganggapnya hanya angin lalu ? Awalnya, saya ikut prakerja ini tidak terlalu serius dalam artian tidak terlalu menggantungkan harapan yang besar. Alhamdulillah setelah mengikuti prosesnya, saya berhasil ikut program ini. Meskipun ada beberapa kendala yang terjadi sampai proses pencairannya. Nah, kendala pertama yang saya alami itu pada saat pengumuman lulus dan muncul instruksi untuk menyambungkan rekening. Pilihan rekeningnya sangat terbatas dan hanya BNI yang merupakan bank. Selain itu, adalah dompet digital seperti OVO, Linkaja, dll. Kebetulan rekening saya adalah BNI Syariah, jadi saya coba sambungkan tetapi gagal dengan informasi bahwa NIK yang saya masukkan tidak sesuai dengan NIK yang terdaftar di rekening itu. Pas pergi ke bank untuk mengecek ternyata NIK saya sesuai ( Hufft padahal sudah ngantri). Akhirnya saya memilih pakai Linkaja dengan banyak pertimbangan. Kebetulan, ada temanku yang juga pakai Linkaja, jadi kupikir akan ...

Tenggelam

Perihal ibadah yang selalu diabaikan Tak kenal harapan yang telah lama diimpikan Jika malas menjadi alasan, Maka tunggu derita penuh penyesalan Perihal waktu yang acak kali bergulir sia-sia Tak peduli cinta yang menunggu di masa depan Jika letih dijadikan resah, maka tunggulah kebinasaan Perihal ego yang tak pernah meredam Tak melihat hati yang sakit tersayat Jika amarah menjadi nahkoda, maka tunggu kapal ini tenggelam.
Pada postingan kali ini, saya akan menceritakan bagaimana rasanya mengikuti pelatihan menggunakan kartu prakerja. Banyaknya pilihan pelatihan, membuat saya cukup bingung untuk menentukan pelatihan pertama yang akan saya jalankan. Berhubung karena ini adalah pelatihan pertama saya, jadi saya pikir lebih baik untuk memilih yang mudah. Nah, dari berbagai platform pelatihan, akhirnya saya memilih SkillAcademy (SA) . Kenapa saya memilih SA ? Saya pernah mengikuti kelas gratis yang diberikan oleh SA ini, sehingga Saya sudah familiar dengan platform tersebut. Alasan lainnya karena setelah saya membandingkan beberapa platform, menurut saya ini yang paling user frindly, banyak menu petunjuk yang memudahkan penggunaan kelasnya. Desain web dan aplikasinya juga sangat enak dipandang karena minimalis tetapi tetap memperlihatkan profesionalismenya. Saya memilih pelatihan excel yang judulnya kurang lebih seperti ini “Memudahkan penggunaan Ms. Excel dalam kehidupan Sehari-hari”. Padahal kalau ...

Prakerja III: Pengalaman Daftar Program Prakerja

     Sebelum lulus kuliah di bulan Februari 2020, isu prakerja sudah santer dibicarakan banyak orang. Waktu itu saya belum mengetahui banyak tentang program ini dan belum berniat untuk mencari lebih jauh karena kupikir kriteria yang disasar pemerintah tidak sesuai denganku. Tepat setelah lulus kuliah, qadarullah virus corona masuk dan menyebar ke negeri tercinta dengan cepat. Hal ini memaksa saya untuk tinggal di rumah lebih lama. Di tengah kejenuhan ttinggal di rumah, akhirnya tersebar informasi tentang pendaftaran prakerja. Saya pun mulai menggali informasinya.     Sekitar bulan Mei, ternyata program prakerja sudah melewati gelombang 1 dan 2 yang selanjutnya terbuka untuk gelombang 3. Sayangnya pada saat itu saya masih malas untuk mendaftar karena saya kira pendaftarannya akan rumit. Jarak pembukaan pendaftaran gelombang 3 dan 4 sangat lama yaitu sekitar bulan Juli. Saya pun mendaftar di gelombang 4 dan prosesnya tidak serumit yang ada di pikiranku sebelumnya....

Prakerja II: Bagaimana Cara Mendaftar Kartu Prakerja

Gambar
    Pada awal membuat tulisan ini, saya masih menimbang seberapa penting tahapan mendaftar prakerja saya publish karena yang kita tau bersama bahwa tahapannya sudah ada di website resmi prakerja. Tetapi akhirnya saya tetap memilih mem- publish tulisan ini karena masih banyak orang-rang di sekita saya yang tidak tau dan sebagai jalan pintas ketika ada yang bertanya ke saya, maka akan kugiring ke postingan ini hehe.      Berikut ini adalah tahap yang harus dilewati untuk mendaftar kartu prakerja: 1. Tahap Persiapan     Pada tahap ini, yang harus dilakukan adalah mempersiapkan alat dan perlengkapan penunjang untuk mendaftar. Pertama, kalian sebaiknya punya gawai, laptop, komputer, atau dan semacamnya yang bisa dipakai untuk mengakses internet. Ini tidak wajib, karena kalau kamu tidak punya, bisa meminjam kepada orang yang punya. Kedua, kalian sebaiknya memiliki kuota internet yang memadai. Ini juga tidak wajib, karena kamu bisa numpang wifi di orang la...
 Psikologi Massa dalam Film Tilik dan Cream      Jika memandang secara eksplisit dari kedua filmi ini, tidak ada keterkaitan sama sekali. Film Tilik adalah sebuah film lokal yang menceritakan kisah tentang sekumpulan ibu-ibu yang hendak menjenguk ibu lurah di rumah sakit dengan mengendari mobil truk. Sedangkan film Cream adalah sebuah film yang berbentuk animasi bercerita tentang penemuan menakjubkan berupa krim dengan berbagai manfaat untuk kehidupan mulai dari penyembuhan, pembentukan makanan, dan masih banyak lagi. Dari segi latar cerita yang ditampilkan kedua film tersebut sudah sangat berbeda karena Film Tilik mengambil latar di sebuah desa dengan suasana yang sangat nyata dalam artian menggambarkan fenomena yang terjadi di keseharian kita. Sedangkan latar yang ditampilkan dalam film Cream adalah gambaran yang belum begitu nyata.     Setelah menonton kedua film tersebut, saya akhirnya mendapatkan keterkaitan dari perpektif psikologi massa. Secara singk...

Obituari Virus

Bumi sedang berselimut virus mengerikan Merenggut nyawa tanpa minta perizinan Tetapi ketamakan manusia lebih mematikan Menikam saudara tanpa belas kasihan Manusia tanpa kemanusiaan Bagai gajah tanpa belalai Saat elit gedung duduk dalam kedamaian Saat jutawan makan dengan santai Ada mulut yang bersabar mengunyah air mata kelaparan Kemanakah kemanusiaan ? Raga tanpa kewarasan Mencari tenar bertumbal dhuafa yang penuh pengharapan Oh sungguh, Virus tak mengantar pada kematian Virus hanya memperjelas garis manusia dan kemanusiaan

Prakerja 1: Kenalan dengan Kartu Prakerja

     Pemerintah telah mengeluarkan program baru yang dikenal dengan istilah prakerja. Program ini diklaim sebagai upaya pemerintah untuk memberantas pengangguran. Pada akun instagram resmi prakerja (prakerja.go.id), dirilis profil pengangguran di Indonesia berdasarkan data dari BPS (Badan Pusat Statistik). Pengangguran di Indonesia masih sangat tinggi yaitu sebanyak 63% tinggal di perkotaan dan berada pada rentang usia 18-24 tahun. Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa Indonesia juga akan mengalami bonus demografis yang menyebabkan usia produktif akan meningkat dan akan menyebabkan daya saing terhadap penempatan kerja juga akan meningkat.       Bonus demografi adalah keadaan dimana usia produktif (18-30tahun) akan lebih banyak daripada usia tua. Hal ini tentunya menyebabkan jumlah angkatan kerja akan semakin banyak. Sejalan dengan data dari BPS bahwa jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 2,8 juta orang setiap tahunnya. Secara demografis, profil ...

Teman Duduk

     Kata orang, kita mesti memilih teman duduk karena ia sangat berpengaruh pada diri kita. Teman duduk sangat dekat dengan kita, sehingga topik pembicaraan, aktivitas dan lain sebagainya tentu akan dipengaruhi oleh teman duduk kita. Memilih teman duduk menjadi sangat penting untuk kualitas diri kita. Seperti sewaktu sekolah, biasanya kalau teman duduk kita orang yang pintar, maka pastilah kita akan kecipratan pintarnya hehe minimal bisa nyontek tugas yang susah. Sayangnya, kalau di sekolah dulu kadang kita dibatasi untuk memilih teman duduk. Biasanya guru akan mengatur sesuai daftar hadir, urutan abjad, ataupun nomor induk. Nah, beda dengan sekarang, kita sendiri yang memilih teman duduk.       Saat di rumah, kita yang memilih mau duduk dengan siapa.  Jangan berpikir bahwa teman duduk terbatas harus sesama manusia karena pada kenyataan sehari-hari kita banyak duduk dengan hal-hal selain manusia. Misalnya, kita bisa bebas memilih untuk duduk deng...

Dikejar ODOP

Beberapa hari yang lalu, saya kembali memposting tulisan untuk pertama kalinya setelah 4 tahun vakum dari dunia blog. Banyak hal yang membuat saya sempat tidak memposting tulisan. Bahkan, pernah berniat untuk menutup blog ini. Lalu, Allah mempertemukan saya dengan komunitas menulis bernama ODOP (One Day One Post). Sesuai namanya, anggota di komunitas menulis ini diberikan tantangan untuk memposting tulisan setiap harinya. Awalnya, saya mengira setelah berhasil melalui proses perekrutan di komunitas ini, kita akan langsung dilatih untuk meningkatkan kualitas tulisan dan selanjutnya tulisan tersebut akan dikirim ke media. Ternyata, setelah memenuhi syarat perekrutan kemarin, kita akan resmi menjadi anggota jika berhasil memenuhi tantangan menulis selama 7 hari. ODOP memberikan 3 pilihan platform untuk memposting tulisan yaitu blog, instagram, dan facebook. Pada awalnya, saya memilih instagram karena mengingat pernah membaca survey bebas kalau ternyata jenis social media yang digunakan se...

Buka Puasa

Layaknya malam yang selalu menanti pagi Seperti kelam yang selalu diminta pergi Di setiap detik penantian menuju kebahagiaan Selalu ada sabar tanpa batas harapan Ketika dahaga meminta air Ketika lapar memanggil panir Maka bersabarlah ! Kau hanya menunggu kumandang adzan Sementara saudaramu dibayangi kematian Dahagamu akan menyejuk di senja hari Laparmu akan terpenuhi sebentar lagi Sementara saudaramu hanya bisa gigit jari Di tengah kematian yang mengintai Maka bersyukurlah

Menyiasati Mood Menulis

Ini adalah hari keempat dari tantangan menulis komunitas ODOP (One Day One Post) . Sayangnya, saya gagal memenuhi tantangan kemarin, sehingga harus memposting 2 tulisan ( ngutang)  di hari ini. Sebenarnya, ide tulisan sudah ada, tetapi  mood menggagalkan realisasi ide tersebut. Mungkin tidak hanya saya yang masih mengandalkan mood untuk menulis karena saya cukup sering mendapat keluhan yang sama. Ini berarti bahwa mood masih menjadi masalah yang penting untuk dibahas di kalangan penulis. Terlebih lagi penulis blog seperti saya. Berbeda dengan orang yang menjadikan menulis sebagai profesinya, mood ataupun tidak mood, tetap harus menulis karena tuntutan pekerjaan.  Lalu, apa sebenarnya mood itu ? Dan bagaimana cara menyiasati agar tetap produktif dalam menulis ?. Adinugroho dalam jurnalnya yang berjudul "Memahami Mood dalam Konteks Indonesia" menjelaskan bahwa mood adalah keadaan emosi yang bersifat jangka panjang dan dapat berubah tanpa ada objek spesifiknya. Artinya, mood...

Mitos "The Power of Kepepet"

Pernah tidak, merasakan kenapa inspirasi atau kekuatan untuk melakukan sesuatu seakan muncul ketika mendekati deadline  ? Bahkan, banyak orang yang beralibi bahwa " The power of kepepet" adalah jalan ninja di saat mereka sesungguhnya malas mengerjakan sesuatu. Oke, izinkan saya meralat kata "Mereka" menjadi "Saya" karena seperti saat ini, saya tengah dikejar deadline menulis dari ODOP (One day one post). ODOP adalah ruang bagi orang-orang yang memimpikan menjadi penulis melalui kerja keras. bagaimana tidak, setelah proses rekrutmen dilakukan, kamu ternyata belum sah menjadi anggota komunitas jika tidak bekerja keras melaksanakan tantangan menulis selama 7 hari. Sepertinya, suatu treatment yang baik bagi saya yang selalu berprinsip the power of kepepet. Banyak hal yang menjadi cikal bakal kemunculan istilah  the power of kepepet ini, salah satunya adalah prokrastinasi. Kata  prokrastinasi berasal dari bahasa latin pro yang artinya dimajukan dan cratinus be...

Skripsi, Antara Ekspektasi Dan Prokrastinasi

Gambar
  https://opinzone.files.wordpress.com/2014/07/toga-sarjana1.jpg Jika kamu adalah seorang mahasiswa S1, maka tidak mungkin akan meraih gelar sarjana jika dan hanya jika kamu menyusun karya tulis yang diberi nama SKRIPSI. Satu kata inilah yang kebanyakan menjadi penyebab mahasiswa akan belabel MAPALA (mahasiswa paling lama) atau mahasiswa abadi. Dulu, saat masih jadi mahasiswa bau kencur, alias mahasiswa baru, saya dengan ekspektasi tinggi yakin bahwa akan lulus dengan masa studi 3,5 tahun ditambah dengan embel-embel cumlaude. Seiring bertambahnya semester, ekspektasi itu berubah karena tercemar oleh realita kakak tingkat yang ternyata paling cepat lulus mentok di masa studi 3,9 tahun itupun hanya satu atau dua orang saja. Oleh karena realita itu, maka ekspektasi saya diturunkan yaitu lulus tepat waktu di tahun ke-empat.  Namun seperti kata pepatah, ekspektasi selalu tak sejalan dengan realita. Tahun ini sudah memasuki tahun kelima saya yang tentunya sudah kenyang dengan pe...