Postingan

Sociophrenia

Istilah sociophrenia pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Universitas Indonesia, Sarlito Wirawan Sarwono yang diambil dari nama salah satu penyakit psikologis yang disebut skizofrenia. Dimana skizo berarti jiwa dan phrenia berarti terbelah. Sedangkan Istilah tersebut ia pakai untuk menyebutkan mereka yang sering memiliki masalah pada hubungan sosialnya. Salah satu yang dicontohkan dalam bukunya yang berjudul “sociophrenia” adalah pemilihan gubernur di papua yang sudah makan korban yaitu juru kampanye yang tewas dikeroyok oleh massa yang tidak senang. Namun peristiwa tersebut adalah masalah sosial yang sangat kompleks. D ari penalaran itu, orang-orang sociophrenia yang masih berstatus ringan sering kita jumpai bahkan mungkin diri kita. Terjadinya sociophrenia dapat disebabkan oleh modernisasi zaman yang serba berteknologi. Pergeseran kehidupan banyak orang ke dunia maya bisa jadi mengakibatkan dunia nyata ini menjadi sepi -bahkan mungkin akan kosong. Pemandangan yang sudah lazim...

Self-talk dan Jenis-jenisnya

Kita pasti pernah berbicara dengan diri sendiri, sedtidaknya dalam oikiran sendiri. Bagaimana itu bisa terjadi ? Tulisan ini akan memaparkan proses self-talk yang bertujuan untuk healing (therapy). Self-talk dapat bekerja melalui proses yang tidak terpisahkan dan tidak proses ini dapat terjadi secara berulang. Proses tersebut terdiri atas tiga tahapan yaitu:  a. Voice Mapping Banyak informasi dari luar diri individu memengaruhi self-talk, misalnya berita dari media, pendapat teman, bahkan opini musuh terhadap diri kita. Individu tidak mampu menolak untuk mendengarkan dan sulit membedakan dengan opini pribadi karena telah bercampur dalam pikiran. Misalnya self talk yang mengandung kalimat bahwa “Skripsi adalah hal yang sulit untuk dikerjakan”. Sedangkan pada situasi tertentu, kalimat tersebut dapat bertolak belakang misalnya “Skripsi adalah hal yang mudah”.  Pada tahap voice mapping, individu diarahkan untuk mengidentifikasi self-talk dengan cara menuliskannya pada secarik ke...

Merindukan Diriku yang Dulu

Pernah tidak, kita merindukan diri kita yang dulu ? Kita dengan versi terbaik yang ternyata kini telah mundur sedikit demi sedikit.  Merindukan semangat kita ketika awal hijrah. Dulu, saya ingat bagaimana saya selalu berusaha menjadi orang yang seideal-idealnya mukmin dengan segala cobaan yang begitu menggoda. Yah, cobaan ternyata bukan hanya tentang kesulitan tetapi cobaan yang justru kesenangan.  Menjadi pribadi yang pertengahan dengan cita-cita surga tertinggi. Menyusun rencana untuk visi yang jauh ke depan. Bukan sekadar pencapaian keduniaan. Pembicaraan bukan lagi tentang diri sendiri, tetapi memberikan perhatian terhadap saudara muslim lainnya. Masalah yang dihadapi bukan lagi tentang kegalauan patah hati, tetapi kekecewaan atas amalan yang tertinggal. Kini, semuanya sudah terbungkus dalam kerinduan. Tidak ada lagi doa-doa di pertengahan malam yang mengalun hingga ke langit yang ada hanya bisingnya pikiran-pikiran tentang masa depan dan barang-barang elit.  Lalu, ba...

Dibalik 23.59

Tiga pekan belakangan ini saya rajin posting tulisan di blog. Bukan karena memang rajin, tetapi dibentuk jadi rajin oleh komunitas ODOP. Awalnya saya pernah bertekad akan memposting di blog kalau blognya sudah clean dan rapih. Tetapi di ODOP saya belajar untuk memulai semua hal yang selalu (hanya) nyangkut di pikiranku, tak pernha kueksekusi.  Melihat teman-teman lain dengan berbagai kelebihannya, misalnya punya tulisan yang enak banget dibaca -mengalir, atau blognya yang sudah sangat clean, membuat saya bukan lagi bagaikan butiran debu, tapi serasa butiran atom hehe. Tetapi, Allah mempertemukan saya dengan sebuah nasihat : "Jangan bandingkan chapter 1 dirimu dengan chapter 3 orang lain". Yah, nasihat yang menggugah. Tujuan utama saya menulis di blog ini, tentunya agar bisa lolos tantangan menulis ODOP selama w bulan. Ada yang bilang ke saya, kalau hobi itu harus buat kita flow, jangan dijadikan beban. Tetapi bagi karakter seperti saya, tantangan seperti ini justru menjadi te...

Menggali ke Puncak Hati

Tulisan ini adalah tugas dari komunitas yang saya ikuti. Awalnya sangat berat, tetapi saya sangat berterima kasih atas tugas ini begitupun dengan tugas-tugas sebelumnya. Saya hanya punya waktu satu jam untuk menuliskan cerita tentang diri saya. Yah, tugasnya dalah bercerita tentang diri sendiri, tentang cita-cita dan mimpi di masa yang akan datang. Dari penggalan kalimat awal saya, kamu mungkin sudah menilai, saya adalah orang yang deadliner, suka menunda tugas hingga lupa waktu. Saya kemudian bertanya-tanya tentang penyebab karakter itu tertanam dalam diri saya. Kamu mungkin bisa membantu say amenukan jawabannya dengan membaca cerita tentang perkenalan saya ini. Saya lahir 24 tahun yang lalu di Makassar, suatu kota di tengah Indonesia yang biasa disebut Kota Daeng. Sudah cukup lama hidup di dunia ini tetapoi saya merasa masih sangat kurang akan pencapaian. Kita bisa menilai kurang atau lebih sesuatu jika ada pembandingnya. Begitupun dengan pencapaian kita, kurang dan lebihnya tergantu...

Musuh

Kau tak juga bosan menggodaku Berkemul dalam dinginnya selimut pagi Padahal telah kujadikan dirimu mimpi burukku Bagaimana bisa menjadi nyata ? Kau mengaku berteman dengan nafsu Merenggut niat bersih tanpa noda Walau kucuci dengan sebotol pemutih Mengapa enggan pergi ? Kau yang kian hari kian buas Menerkan cita merobek asa Maka ku umumkan perang padamu Malas, kaulah musuh yang paling kubenci #Strategiandalan #BertahanODOP

Prakerja V: Sebuah Ajakan

Ada ga sih  yang sudah daftar prakerja ? Atau menganggapnya hanya angin lalu ? Awalnya, saya ikut prakerja ini tidak terlalu serius dalam artian tidak terlalu menggantungkan harapan yang besar. Alhamdulillah setelah mengikuti prosesnya, saya berhasil ikut program ini. Meskipun ada beberapa kendala yang terjadi sampai proses pencairannya. Nah, kendala pertama yang saya alami itu pada saat pengumuman lulus dan muncul instruksi untuk menyambungkan rekening. Pilihan rekeningnya sangat terbatas dan hanya BNI yang merupakan bank. Selain itu, adalah dompet digital seperti OVO, Linkaja, dll. Kebetulan rekening saya adalah BNI Syariah, jadi saya coba sambungkan tetapi gagal dengan informasi bahwa NIK yang saya masukkan tidak sesuai dengan NIK yang terdaftar di rekening itu. Pas pergi ke bank untuk mengecek ternyata NIK saya sesuai ( Hufft padahal sudah ngantri). Akhirnya saya memilih pakai Linkaja dengan banyak pertimbangan. Kebetulan, ada temanku yang juga pakai Linkaja, jadi kupikir akan ...