Perbatasan Dua Alam (II)
Maklumlah, tiga orang dari kami adalah orang yang sudah berusia 60 tahun, bahkan nenek saya yang merupakan tante ibuku sudah tidak tahu berumur berapa, sehingga dia harus dibonceng motor. Kebetulan saja kita ketemu dengan keluarga yang mengendarai motor tanpa boncengan jadilah nenek menumpang dikendaraannya. Sekarang jalanan di sini tidak terlalu buruk, sehiingga motor dan mobil masih bisa melintas. Tidak seperti beberapa tahun lalu, hanya kendaraan tertentu dan supir bernyali besar yang bisa melintasi jalanan tersebut. Sepertinya ada yang merasa sudah mulai lelah berjalan di pegunungan yang terjal ini. Mereka mungkin saja sudah terpengaruh karena melihat nenek tadi mendapatkan tumpangan kendaraan. Mulailah saya mendengar banyak suara yang mengandung keluhan. Salah satunya keluar dari mulut ibu. Sebagai anak yang mengaku berbakti harus mencari solusi agar ibu –setidaknya tidak terlalu kelelahan. Saya melirik ke kanan dan mendapati tumpukan ranting pohon yang sepertinya bisa ...