Postingan

Perbatasan Dua Alam (II)

Maklumlah, tiga orang dari kami adalah orang yang sudah berusia 60 tahun, bahkan nenek saya yang merupakan tante ibuku sudah tidak tahu berumur berapa, sehingga dia harus dibonceng motor. Kebetulan saja kita ketemu dengan keluarga yang mengendarai motor tanpa boncengan jadilah nenek menumpang dikendaraannya.  Sekarang jalanan di sini tidak terlalu buruk, sehiingga motor dan mobil masih bisa melintas. Tidak seperti beberapa tahun lalu, hanya kendaraan tertentu dan supir bernyali besar yang bisa melintasi jalanan tersebut. Sepertinya ada yang merasa sudah mulai lelah berjalan di pegunungan yang terjal ini. Mereka mungkin saja sudah terpengaruh karena melihat nenek tadi mendapatkan tumpangan kendaraan.  Mulailah saya mendengar banyak suara yang mengandung keluhan. Salah satunya keluar dari mulut ibu. Sebagai anak yang mengaku berbakti harus mencari solusi agar ibu –setidaknya tidak terlalu kelelahan. Saya melirik ke kanan dan mendapati tumpukan ranting pohon yang sepertinya bisa ...

Perbatasan Dua Alam (I)

Kebiasan yang telah membudaya di masyarakat pada daerah tertentu adalah mengunjungi kuburan setelah merayakan hari raya idul fitri. Kuburan yang diziarahi adalah milik sanak keluarga yang terdekat. Sangat klasik memang, tetapi banyak sekali sebenarnya nilai filosofi dari tradisi ziarah kubur. Dalam pandangan islam, ziarah kubur dilakukan oleh orang yang masih hidup dengan tujuan untuk mengingat kematian karena kelak kita akan mengalami hal serupa.  Rasulullah   shallallahu’alaihi wasallam  menganjurkan untuk melakukan ziarah kubur dengan adab yang telah ditentukan.  Al’ilmu qobla ‘amal , berilmu sebelum beramal tentunya menjadi prinsip seorang muslim. Saya belum pernah mengikuti kajian ilmu tentang ziarah kubur sehingga harus membuka  web  untuk mencari kaidah tentang ziarah kubur yang sesuai dengan pemahaman  salafushsholeh . Kuburan yang akan diziarahi terletak di daerah pegunungan Sewo, Kabupaten Soppeng. Jarak dari rumah saudara ibuku tidak begit...

Flow

Berjalan diantara bebatuan cerita, merayu alam tuk merekam Segala bisikan dari tapak-tapak merayap dalam kelam ketika jemari menyerah tuk mengucap pepatah kuku-kuku menyeruakkan sumpah serapah pada sejarah teringat kisah klasik berbahasa latin Ketika dedaunan yang berguguran dihembus angin melambai pada ranting yang gagal menahannya pergi cabang dan batang menunduk prihatin akar-akar terisak dalam tangis memohon pada angin burung merpati bertengger singgah menasihati kepada daun yang terbang dibawa angin kelak kau kan bertemu air yang mengalir menuju ngarai tak berpenghuni dan kau selamat dari terkaman ulat kepada pohon yang ditinggal pergi tak ada yang lebih sedih daripada perpisahan kelak kan hadir dedaunan hijau tanpa sandiwara menghias dunia untuk perhelatan tawa biarlah semua menjalankan peran yang tertakdir agar tak ada yang patah dan merana go with the flow and makes the obstacle to be low

Bagaimana Hujan yang Romantis ?

Terik sudah beranjak pergi, tanah-tanah tak lagi sekering musim lalu. Hujan telah menyapa padang gersang ibu pertiwi. Patutlah kita bersyukur atas rahmat Allah yang selama ini didambakan banyak orang. Hujan yang ditunggu-tunggu sudah menumbuhkan ilalang-ilalang yang membuat mata ini terpesona memandang hamparannya.  Air telah terserap hingga menyeruakkan aroma tanah yang menenangkan pikiran kita. Langit-langit senja tak sendiri lagi, selalu saja dihias sang pelangi yang menyenangkan untuk dipandangi. Sungguh, fenomena romantis yang disuguhkan Sang Khaliq lewat guyuran hujan. Namun, hujan bukan hanya untuk manusia, hujan adalah bentuk kasih sayang Allah kepada makhluk ciptaan-Nya yang lain.  Tanah tandus, pepohonan, hewan-hewan ternak dan makhluk lainnya memohon diturunkannya hujan. Sehingga hujan menjadi berita gembira bagi semua makhluk Allah. Sebagaimana dalam firman-Nya  “Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (huja...

Surat Cinta

Kehidupan ini sungguh indah dengan berbagai lika-likunya entah sedih, atau bahagia entah benci atau cinta. Semua adalah kenikmatan yang diberikan Allah Azza wa jalla kepada kita. Namun sayangnya, masih banyak di antara kita yang tidak ingin melihat keindahan itu. Saat seseorang ditimpa kebangkrutan seketika itupun ia merasa dunia tak lagi berputar, ketika seseorang yang ditinggal pergi oleh orang terkasihnya seketika itupun ia merasa bahwa dunia menjadi gelap gulita Setiap peristiwa yang terjadi adalah surat-surat yang dikirimkan Allah kepada kita. Tetapi terkadang kita selalu berfokus pada satu surat saja. Surat menjadi musibah atau cobaan bagi kita selaku hamba Allah, surat yang menguji seberapa kokoh keimanan dan ketakwaan kita. Satu surat, yang ternyata di dalamnya terdapat berlembar-lembar surat yang lainnya. Yang terkadang diabaikan banyak orang. Surat yang berlembar-lembar itu adalah berbagai hikmah yang dilimpahkan dibalik setiap cobaan yang Allah berikan. Surat yang menjad...

Bencana Prokrastinasi

Prokrastinasi berasal dari bahasa latin yaitu “pro” yang berarti “maju”, ke depan, lebih menyukai dan “crastinus” yang berarti “besok”. Dalam bahasa sehari-hari, proakrastinasi diartikan sebagai menunda suatu hal untuk dikerjakan. Dalam hidup, kita menjumpai berbagai tugas yang harus dikerjakan dan apabila tidak ada kontrol diri dan regulasi diri yang baik,  maka kemungkinan yang terjadi adalah prokrastinasi.  Menurut Hans Eysenck kebiasaan yang dilakukan terus menerus akan membentuk kepribadian seseorang. Sebagian ilmuwan mengatakan bahwa kepribadian dapat diturunkan melalui genetik. Ada sebuah cerita yang saya angkat dari kehidupan nyata saya sendiri. Pada malam-malam tertentu dari tujuh hari yang ada, saya selalu bertemu dengan ayah di meja kerjanya. Kebetulan meja belajar saya dan meja kerjanya berada dalam satu ruangan. Dan di depan kami ada tumpukan kertas yang tentunya hasil prokrastinasi –kata ibu saya, kertas itu adalah anak cucu dari tugas yang kemarin bert...

Tujuh Menit

Sudah beberapa bulan ini saya mengikuti HSI singkatan dari Halaqah Silsilah Ilmiah yang dibimbing oleh Ustadz Abdullah Roy. Pembahasan di halaqah ini semuanya tentang tauhid termasuk keimanan. Pembahasannya bertingkat-tingkat mulai dari yang dasar hingga yang kompleks. Sistemnya lewat whatsapp grup dan nantinya dikirim audio setiap hari. Audio materi yang dikirimkan pasti hanya berkisar pada durasi 3 menit. Kalau dipikir-pikir, durasi itu sangat singkat. Tetapi pada kenyataannya, kenapa masih saja banyak anggota grup yang gugur. Oh iya, di halaqah ini juga ada sistem gugurnya tapi saya lupa bagaimana indikatornya. Yang jelas, kalau tidak mau gugur dan dikeluarkan dari grup, kita harus mengerjakan soal evaluasi setiap hari setelah   mendengar audio materi. Audio materi akan dikirimkan pada pukul 06.00 WIB tetapi karena saya ada di zona WITA, berarti audio materi baru bisa saya buka pada pukul 07.00. Sedangkan soal ujian akan mulai dibuka pada pukul 16.00 WIB dan ditutup keesokan...